KatinganSlider

Ritual Adat Tiwah Leluhur Harus Dilestarikan

KASONGAN,GK- Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir L Nussa menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan acara ritual tiwah yang dilaksanakan di desa tumbang liting, kecamatan katingan hilir kabupaten katingan, minggu (29/10/2017)
Saat itu Mantir dan bupati katingan Sakariyas mengahadiri acara adat ritual tiwah dan ikut melaksanakan penombakana hewan yaitu sapi dan kerbau.
Dalam kesempatan itu mantir ikut serta dalam pelaksaan ritual penombakan, masyarakat sekitar yang hadir di tempat tiwah menggerumungi tampat pelaksanaan penombakan hewan.
Menurut mantir bahwa pelaksanaan tiwah merupakan acara adat turun temurun dan memang dipegang oleh masyarakat yang menganut agama hindu kaharingan.
Mantir mengatakan bahwa tiwah selain acara ritual ada acara adat leluhur yang harus diingat.
“Disamping acara ritual, tiwah juga ada acara adat leluhur yang harus kita ketahui harus kita ingat,”Ucapnya
Lalu dia juga menambahkan agar bagi para kaum generasi muda, supaya bisa memiliki perhatian lebih dalam menyaksikan adat ritual tiwah,”Ritual tiwah ini juga jangan hanya jadi penonton tapi dipahami makna nya, bagaimana proses tiwah itu karna ini adalah budaya adat yang harus terus dilestarikan,”ujarnya
“Untuk ini para generasi muda supaya jangan menghilangkan ritual adat tiwah ini,”harapnya
Untuk ritual adat tiwah ini juga dirinya menyampaikan bahwa bagi warga masyarakat yang kurang mampu melaksanakan acara ritual adat tiwah pemerintah daerah setiap tahunnya juga melaksanakan tiwah massal jadi setiap warga masyarakat kabupaten katingan bisa ikut serta dalam tiwah massal tersebut.
Mantir menuturkan bahwa kepercayaan umat hindu kaharingan jika jasad atau tulang-tulang tidak ditiwahkan maka arwahnya tidak sampai menuju lewu tatau (Surga).(Tobu)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *