KatinganSlider

30 Anggota Manggala Agni Katingan Dipaksa Pipis

KASONGAN,GK – Guna menjamin profesionalisme dalam menjalankan tugas di lapangan, seluruh anggota Manggala Agni di Kabupaten Katingan menjalani tes kesehatan, Kamis (21/12).

Mereka dipaksa kencing untuk diambil sampel urine, pengukuran tinggi dan berat badan hingga cek tensi. Jika diketahui positif menggunakan narkoba, yang bersangkutan bakal diputus kontrak kerja dari kesatuan Manggala Agni.

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Katingan Fahmi Nurjaman menuturkan, tes kesehatan tersebut diikuti secara serentak oleh seluruh anggota Manggala Agni di regional Pulau Kalimantan.

“Bagi kita, ini merupakan tes kesehatan yang pertama setelah dibentuk sejak tahun 2015 lalu. Karena dalam periode awal sampai tahun 2016 kami masih berkutat untuk menata organisasi, makanya baru sekarang bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut rencananya bakal terus diagendakan tiap akhir tahun. Guna memastikan bahwa seluruh sumber daya manusia (SDM) Manggala Agni daerah operasi Katingan memiliki standar profesionalisme yang diharapkan.

“Personel Manggala Agni kita sebanyak 30 orang, empat diantaranya adalah perempuan.
Tes dilaksanakan tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu. Tes pertama adalah kesehatan, meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tensi, hingga mengumpulkan urine untuk selanjutnya diuji laboratorium,” jelasnya.

Hari selanjutnya yaitu melaksanakan tes fisik atau kesamaptaan kepada seluruh anggota. Personel juga akan menjalani tes wawancara terkait pengetahuan mereka terkait pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

“Kalau tes kesehatan melibatkan pihak RSUD Mas Amsyar Kasongan. Kesamaptaan bekerjasama dengan personel TNI dari Kodim 1015 Sampit di Kasongan,” tukasnya.

Menurutnya, hasil dari serangkaian tes tersebut bakal menjadi bahan pertimbangan untuk memutuskan apakah tetap melanjut atau memutus kontrak kerja anggotanya.

“Mereka semua adalah pegawai yang mempunyai masa kontrak per tahun. Hasil evaluasi ini sangat menentukan nasib mereka, karena kita dituntut harus memiliki SDM yang benar-benar profesional. Jika sampai positif narkoba, maka sudah pasti tidak akan dilanjut kontraknya,” terang Fahmi.

Sejauh ini, keberadaan 30 personel Manggala Agni di Kabupaten Katingan dirasa cukup memadai. Pun demikian untuk fasilitas mauoun sarana dan prasarana untuk menunjang kerja di lapangan.

“Karena daerah operasi kami cuma di Katingan khususnya di Taman Nasional Sebangau, saya rasa masih ideal dengan komposisi anggota yang ada. Tapi kalau harus melingkupi tiga daerah sekaligus seperti Kota Palangka Raya, tentu sangat kekurangan,” pungkasnya. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *