KatinganSlider

Keuangan Daerah Tersandera Proyek Besar Multiyears

KASONGAN,GK- Kesulitan keuangan daerah di Kabupaten Katingan nampaknya kembali dirasakan hingga penghujung tahun 2018 mendatang. Persoalan tersebut lantaran anggaran daerah banyak tersedot untuk membiayai proyek-proyek besar multiyears, seperti pembangunan jembatan di Desa Banut Kalanaman, Taman Religi, penataan ruas Jalan Tjilik Riwut, hingga pembangunan jalan penghubung Hampangin menuju Mendawai.

Anggota DPRD Katingan Bhakti Gunawan menuturkan, kondisi kesulitan keuangan daerah sepanjang tahun 2017 bakal terulang di tahun 2018 mendatang. Hal itu merupakan imbas dari bayaknya proyek tahun jamak di Kabupaten Katingan.

“Kewajiban daerah untuk membiayai proyek-proyek itu berakhir tahun 2018. Kita tidak bisa mengelak, karena pembangunannya sudah disepakati bersama melalui peraturan daerah. Itulah gambaran kesulitan keuangan yang harus kita ketahui,” ungkapnya, belum lama ini.

Menurut hitung-hitungannya, keuangan daerah Kabupaten Katingan bakal kembali stabil pada tahun 2019 mendatang, itupun jika Pemda Katingan tidak mengulangi program proyek-proyek multiyears yang membutuhkan anggaran besar.

“Masalahnya itu karena terlalu banyak proyek multiyears dalam waktu bersamaan. Siapa sih yang tidak mau jalan di daerahnya lebar, tertata, dan bagus. Multiyears sah-sah saja, tapi jangan sampai menyandera (membebani, Red) keuangan daerah secara umum,” tukasnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) menyebut, imbas kesulitan keuangan daerah dirasakan seluruh SOPD di Pemkab Katingan. Bahkan sepanjang tahun 2017, katanya, hampir semua SOPD tersebut tidak mampu menganggarkan teh, kopi maupun kue rutin bagi pegawainya sendiri.

“Karena memang kondisinya seperti itu dan tidak bisa kita hindari lagi. Siapapun bupatinya nanti pasti juga ngos-ngosan menjalankan anggaran di tahun 2018. Maka sebab itu saya mengajak kita semua agar mulai mengencangkan ikat pinggang sekencang-kencangnya,” centil mantan Camat Katingan Hulu itu. (Tubu)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *