KatinganSlider

Pembunuh Andi Diduga Seorang Psikopat

KASONGAN,FK – Minimnya saksi mata hingga barang bukti tidak membuat gentar aparat kepolisian untuk menyingkap kasus pembunuhan Andi Bin Finae (36). Berbekal sejumlah petunjuk dan hasil pengembangan aparat hukum, pelaku pembunuhan mengarah kepada satu orang berinisial YA. Bahkan polisi mengaku berhasil mengendus perlarian dan persembunyian pelaku. Motif pembunuhan tersebut diduga akibat dendam lama.

Kapolsek Sanaman Mantikei dan Petak Malai Iptu Kusean Arfandi menjelaskan, sejak awal pihaknya memang sedikit kerepotan dengan minimnya saksi dan barang bukti. Seiring berjalannya waktu, proses penyelidikan dan penyidikan menyimpulkan satu nama pelaku berinisial YA.

“Pelaku ini (identitas dirahasiakan, Red) merupakan resedivis yang lima tahun lalu juga membantai mertuanya sendiri di Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah, karena marah ditegur sering main perempuan. Kakak kandungnya sendiri pun mengaku pernah dibacok di Desa Rantau Asem. Bisa dibilang pelaku ini psikopat,” ungkapnya, Selasa (5/12).

Menurutnya, saat ini tim gabungan Polsek Sanaman Mantikei dan Petak Malai bersama Polres Katingan sedang melakukan pengejaran pelaku ke Desa Tumbang Mangarei di kecamatan yang sama. Proses penangkapan dilakukan sangat hati-hati, mengingat pelaku diketahui kabur sembari membawa badik beracun dan senjata api rakitan.

“Semoga dalam waktu dekat pelaku bisa cepat ditangkap. Pelaku langsung kabur setelah membunuh korban, parahnya lagi sepeda motor yang dipakainya merupakan hasil curian. Tapi kita tetap hati-hati menetapkan status tersangka dan mengutamakan azas praduga tidak bersalah. Walaupun ada kecurigaan mendalam atau motif, karena pelaku saat itu juga berada di TKP dan langsung menghilang sejak kejadian itu,” imbuhnya.

Pelaku merupakan bungsu dari beberapa saudara. Hubungannya dengan keluarga besar diketahui tidak lagi akur sejak lama. Terutama pascapembunuhan mertuanya sendiri dan pembacokan terhadap kakak kandung korban beberapa waktu lalu. Pelaku diketahui memiliki tingkat emosi yang sulit dikendalikan, senang menenggak minuman keras, main perempuan, membuat keributan hingga tidak segan melukai orang lain.

“Pada malam pelaku berkumpul sambil meminum miras di salah satu rumah, lalu korban datang bergabung. Pelaku lalu naik pitam karena merasa pernah bertengkar dahulu dengan korban. Sesaat setelah kejadian, seorang saksi sekilas melihat pelaku memasukan pisau badik ke belakang tubuhnya,” jelas kapolsek.

Pada pemberitaan sebelumnya, warga RT 01 RW 01 Desa Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei itu meregang nyawa bersimbah darah setelah mendapat dua luka tusuk di bagian dada, Kamis (30/11) pukul 23.00 WIB. Hidupnya tak tertolong lagi meskipun sempat merangkak meminta pertolongan warga.

Pada saat itu, saksi hendak buang air kecil di belakang rumah temannya bernama Hernal Bahing. Dalam perjalanan, saksi bertemu dengan korban yang pada saat itu sudah bersimbah darah. Saksi lantas meminta pertolongan kepada warga sekitar. Karena sudah larut malam dan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, mereka lalu melarikannya ke rumah korban yang tidak jauh dari TKP. Nahas, dalam perjalanan korban ternyata sudah meninggal dunia. Berdasarkan pemeriksaan, korban mendapat dua luka tusukan di bagian dada kanan dan kiri. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *