KatinganSlider

Ritual Adat 75 orang Almarhum Ditiwah Secara Masal

KASONGAN,GK- Sedikitnya 75 orang almarhum ditiwahkan secara massal di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah. Tulang belulang orang uang telah meninggal dunia itu, berasal dari berbagai wilayah kecamatan se Kabupaten Katingan. Sedangkan acara puncak berupa penombakan hewan kurban dilaksanakan sejak Rabu (29/11) kemarin.

Ritual sakral bagi penganut kepercayaan Kaharingan itu dinilai sebagai upacara kematian terbesar di Katingan saat ini. Bahkan informasinya tiwah kali ini menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah. Ritual kematian terakhir itu sendiri bertujuan untuk menyucikan sekaligus menghantarkan roh anggota keluarga atau leluhur ke surga.

Camat Katingan TengahHariawan menyambut baik atas terselenggaranya ritual adat tiwah yang dilaksanakan secara massal tersebut. Sebab mampu mengurangi beban biaya bagi masyarakat yang ingin meniwahkan anggota keluarganya.

“Biaya yang dihabiskan tidak sedikit, sehingga kadang menjadi kendala oleh masyarakat itu sendiri. Karena persyaratan, sarana dan prasarana pendukung dan proses upacaranya begitu banyak dan lama,” ungkapnya, Kamis (30/11).

Dirinya juga mengucapkan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan yang sudah membantu sedikit pendanaan untuk pelaksanaan tiwah massal tersebut.

“Pelaksanaan ini hasil swadaya masyarakat, masing-masing anggota keluarga patungan hingga terkumpul ratusan juta. Uang itu untuk keperluan membeli hewan kurban, kosumsi, dan barang-barang syarat tiwah lainnya,” sebut Hariawan.

Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir Ledie Nussa menuturkan, pihaknya selalu mendukung kegiatan keagamaan seperti ini. Pelaksanaan tiwah sejatinya dilaksanakan perorangan, namun seiring berjalannya waktu mulai dilaksanakan secara bersamaan disatu tempat.

“Tujuannya untuk menekan biaya yang sangat mahal, jika tiwah perorangan bisa mengeluarkan duit Rp 150 juta sampai Rp 200 juta. Jika dilakukan massal seperti ini, maka cukup meringankan bagi warga kita yang kurang mampu,” jelasnya.

Politikus Partai PDI Perjuangan berharap, melalui upacara tiwah massal ini dapat melestarikan kebudayaan daerah dan sebagai bentuk pengabdian pihak keluarga kepada para leluhur.

“Memang sebagian besar alharhum yang di tiwahkan ini berasal dari Kecamatan Katingan Tengah. Namun ada beberapa desa atau kecamatan lain yang ikut. Saya berharap pelaksanaan tiwah massal ini berjalan sukses dan tidak ada gangguan apapun,” harapnya. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *