HeadlineHukum dan Kriminal

2 Tersangka Utama Penusukan Kapolsek Tewas Dengan Cara Yang Sama,Kini Polisi Fokus Buru Tersangka Ketiga

Kapolres Katingan AKBP Ivan Adhityas Nugraha bersama Wakapolres Kompol O.K Azhar menunjukan barang bukti yang digunakan Madin dan Lawan tersangka anirat kapolsek Katingan Hulu, Jumat (9/2).

KASONGAN,GK – Usai membekuk dua tersangka utama penganiayaan berat terhadap anggota Polri, kini jajaran Polres Katingan sedang fokus menangkap Ferry. Tersangka ketiga itu dinyakini terlibat dalam membantu melancarkan aksi berdarah terhadap Kapolsek Katingan Hulu AKP Abdul Karim dan anggota Bripka Krisandi.

Kapolres Katingan AKBP Ivan Adhityas Nugraha menuturkan, sejauh ini tersangka ketiga atas nama Ferry diketahui terlibat langsung dalam aksi berdarah terhadap dua anggota Polri di Desa Tumbang Sanaman, Kecamatan Katingan Hulu lada 2016 lalu.

“Tersangka utamanya dua orang, yakni Marjudin alias Madin dan Rivuansyah alias Lawan Bin Amerika. Mereka berdua merupakan kakak beradik. Sedangkan peran Ferry sekedar membantu dua tersangka dalam melakukan penganiayaan berat (anirat) tersebut,” ungkapnya, Jumat (9/2).

Menurutnya, hingga kini proses masih dalam rahap penyidikan. Kendati demikian, polisi sudah mengantongi identitas hingga alamat tempat tinggal Ferry. Tersangka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Katingan bersamaan dengan dua tersangka lainnya.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini tersangka Ferry sudah bisa kita amankan untuk kemudian diproses secara hukum,” imbuhnya.

Kapolres menerangkan, para tersangka dikenal licin dalam menghilangkan jejak sehingga cukup sulit untuk dilacak. Itulah salah satu faktor yang menjadi kendala dalam operasi penangkapan selama ini.

“Karena lokasi tempat tinggal para tersangka selama menjadi buronan, selalu berpindah-pindah. Sehingga saat kita mendapat informasi tempatnya berada, tidak berapa lama tersangka langsung pindah ke lokasi lain,” jelasnya.

Dalam operasi penangkapan tersangka Madin dan adiknya Lawan, total ada dua anggota polisi yang mengalami luka akibat diserang senjata tajam jenis belati. Kendati demikian, kondisi kedua anggotanya tersebut tidak mengalami cedera serius.

“Saat penyergapan Madin pada tahun 2017 lalu, satu anggota kita kena tusuk di perut. Kemudian anggota kita juga kena sabet badik ketika penangkapan tersangka Lawan kemarin. Kondisi anggota kita sudah pulih dan telah bertugas seperti biasa,” katanya.

Menurutnya, jenazah Lawan kini masih berada di kamar mayat RSUD Mas Amsyar Kasongan. Rencananya akan langsung dibawa ke kampung halamannya di Desa Tenggaring Lama, Kecamatan Katingan Hulu untuk dimakamkan.

“Agar tidak menimbulkan keresahan, anggota kami akan melakukan pengawalan mulai dari pemberangkatan hingga nanti dimakamkan,” katanya.

*Tewas Dihari, Bulan, dan Cara yang Sama*

Berdasarkan informasi yang diperoleh gerakkalteng.com dari berbagai sumber , Marjudin alias Madin bin Amerika selaku otak penyerangan anggota Polri di Katingan Hulu tewas dalam operasi penangkapan di Desa Tumbang Puan, Kecamatan Telaga Antang Kotim pada hari Kamis, 9 Februari 2017 lalu.

Demikian juga faktual yang terjadi yang menimpa , adiknya Rivuansyah alias Lawan Bin Amerika yang juga pelaku utama penusukan terhadap AKP Abdul Karim dan Bripka Krisandi juga meninggal dunia di hari dan bulan yang sama dengan kakaknya Madin, yakni hari Kamis tanggal 8 Februari kemarin. Kendati di lokasi berbeda, namun kedua tersangka ini tewas dengan cara yang sama, yaitu akibat dua luka tembak di bagian dada.

Entah kebetulan atau tidak, yang jelas fakta dibalik tindak kriminal kakak beradik ini ternyata juga hampir serupa. Selama pelariannya menjadi buronan kelas kakap oleh Polres Katingan, keduanya juga diketahui suka membuat onar bahkan tidak segan menodong senjata tajam ketika memalak uang warga.

Kapolres Katingan AKBP Ivan Adhityas Nugraha menuturkan, sikap tegas aparat kepolisian untuk melumpuhkan keduanya bukan tanpa alasan. Pasalnya, para tersangka sama-sama berontak hingga melukai anggota polisi.

“Setiap penyergapan anggota kita telah menjalankan prosedur, yakni mulai meminta tersangka untuk tiarap, tembakan peringatan, dan sebagainya. Karena melawan dan mencoba membahayakan polisi, maka diambil tindakan tegas dengan cara melumpuhkan tersangka dengan tembakan,” pungkasnya. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *