DPRD Barito UtaraHeadline

Bangunan SD Kunjung Payang Membangun Memprihatinkan

"Masyarakat Dan orang tua murid serta tenaga pendidik berharap ada perhatian dari pemerintah"

Muara Teweh GK-SD kunjung “Payang Membangun” yang berada di pinggir jalan houling PT Tamtama perkasa ini sungguh sangat memprihatinkan sebab semenjak di bangun sampai dengan saat ini tidak ada perhatian dari pihak dinas terkait.

Hal ini sangat di sayangkan mengingat keberadaan SD kunjung tersebut di rasa sangat membantu anak-anak warga yang berdomisili di sekitar jalan tambang tersebut hal ini seperti di ungkapkan salah seorang warga bernama Darmansyah ketika di temui awak media ini.
“Saya sebenarnya sangat menyanyangkan atas nasib sekolah ini,selama sekolah ini berdiri sampai sekarang tidak ada perhatian dari dinas terkait untuk membantu fasilitas di sekolah ini”.paparnya

Bahkan ia mengatakan bangunan yang ada sekarang ini pun hasil swadaya masyarakat sekitar yang peduli akan pendidikan anak-anak warga sekitar,padahal keberadaan sekolah tersebut sangat membantu anak-anak warga yang berdomisili sepajang jalan tersebut.
“Tanah nya aja masih pinjam dan bahkan bangunan ini pun hasil swadaya kami, tidak ada dari pemerintah padahal sudah banyak anak-anak yang lulus dari sini dan kualitas mereka juga tidak kalah dengan anak-anak di sekolah lain”.katanya melanjutkan.

Berdasarkan pantauan di lapangan SD kunjung “Payang Membangun” tersebut kondisi nya memang sangat memprihatinkan selain kondisi bangunan nya yang sudah reyot dinding dan lantai yang terbuat dari papan tersebut juga sudah banyak yang patah.

Hal ini sangat membahayakan bagi keselamatan anak-anak,jika sewaktu-waktu bangunan itu roboh.
Sementar itu salah seorang guru yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan bahwa mereka juga was-was dalam mengajar takut jika sewaktu-waktu bangunan itu roboh.
“Sebenarnya kami sangat was-was kalau mengajar takut kalau tiba-tiba bangunan ini roboh, tapi kami juga tidak dapat berbuat apa-apa dan semoga saja nanti pemerintah bisa peduli jangan sampai ada korban baru ada perhatian”. katanya
Saat ini murid yang sedang bersekolah di tempat itu sebanyak 9 siswa/siswi dengan tiga orang guru dua berstatus kontrak dan satu berstatus PNS. (SBI)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *