Uncategorized

7,44 Persen Anak-anak di Palangka Raya Alami Obesitas

SOSIALISASI:Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya bidang masalah gizi melakukan sosialisasi ke seluruh puskesmas tentang gizi

PALANGKA RAYA,GERAKKALTENG.COM
-Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, setidaknya ada sekitar 7,44 persen anak-anak di Kota Palangka Raya alami obesitas. Itu didapat dari 1.800 uji sampel yang dilakukan.

“Obesitas atau kegemukan pada anak-anak adalah permasalahan serius di Kota Palangka Raya saat ini,”ungkap Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Marsudi Damar Jati, Jumat (27/4/2018)

Didampingi stafnya Fri Wardana, selanjutnya Marsudi mengungkapkan, bahwa data obesitas sebesar itu di Palangka Raya terjadi pada anak-anak usia dini. Bahkan dari tahun 2015 lalu persentasinya selalu naik, dan terakhir untuk tahun 2017 berada di angka 7,44 persen dari uji sampel yang dilakukan.

Terjadinya obesitas lebih dikarenakan makanan siap saji, minum-minuman bersoda, yang kandungan kalium begitu besar berpengaruh terhadap metabolisme anak.
Anak yang terkena obesitas itu, tentu akan rentan terkena berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol dan lainnya.

“Perlu gizi seimbang , yakni harus mengkomsumsi sayur-sayuran, buah-buahan dan kurangi makanan siap saji tadi,”cetus Marsudi.

Dalam kasus obesitas lanjut dia, maka si anak tidak dianjurkan untuk melakukan program diet , namun yang diperhatikan adalah asupan gizi yang baik.

Ada beberapa indikator untuk mengetahu anak mengalami obesitas atau tidak, yakni berat badan berdasarkan umur, panjang badan berdasarkan umur, dan ada indeks massa tubuh (IMT).

“Tiga indikator itu penting untuk mengetahui obesitas kedepannya dari tubuh sang anak tadi,” jelasnya.

Menurut Marsudi, kebanyakan obesitas yang menimpa anak-anak ini adalah orang tua-nya rata-rata sibuk bekerja, karenanya dari sisi makanan, asupan gizi sang anak tidak mendapat perhatian dengan baik.

“Akibatnya makanan yang seadanya, serta tidak memperhatikan sisi gizi, maka anak-anak mencari makanan yang praktis untuk dikonsumsi.Ini harus mendapat perhatian serius orang tua,”tutupnya.VD

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *