DPRD Kotawaringin Timur

Ketua Komisi III Minta Dinkes Cepat Tanggap Soal Gigi Buruk Di Kotim

SAMPIT, GERAKKALTENG.COM- Ketua Komisi III DPRD  Kabupaten Kotawarimngin Timur (Kotim) Rimbun ST meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) agar cepat tanggap serta proaktif dalam melakukan pencegahan terhadap penyakit gizi buruk yang saat ini sudah terjadi di Kotim.

“Kita ketahui oenyakit Gizi buruk atau yang dikenal sebagai Kwashiorkor dalam dunia medis, merupakan salah satu bentuk malnutrisi. Nah  malnutrisi itu sendiri dapat dipahami sebagai kesalahan dalam pemberian nutrisi,  pada dasarnya kwashiorkor bisa diartikan sebagai kondisi dimana seseorang kekurangan asupan yang mengandung energi dan protein ,nah kenapa hal itu bisa terjadi salah satunya mungkin saja karena paktor ekonomi,” Ujar Rimbun, Kamis (26/4).

Dalam hal kaitannya dengan ekonomi, Rimbun menyebutkan, kemiskinan merupakan momok besar yang berdampak rentan mengakibatkan warga ataupun manusia mudah terserang segala macam bentuk dan jenis penyakit yang sangat riskan dan berbahaya.

“Dinas terkait harusnya punya data masyarakat yang tergolong miskin di Kotim ini, supaya kedepannya kita yang ada di DPRD Kotim ini bisa menacari solusi untuk mereka, misalnya dengan membantu mencari pekerjaan atau bantuan sosial lainbya, terus terang saja, kami khawatir saat ini bertambahnya jumlah penderita gizi buruk, sebab kita baru saja mendapatkan informasi bahwa di Kotim sudah ada satu keluarga yang terkena gizi buruk ini,” Lanjutnya.

Dia juga menekankan tugas semua pihak, teutama orang terdekat yakni Kepala Desa,yang tau kondisi masyarakatnya, sebagai kepnajangan tangan dari pemerintah daerah harus lebih memperhatikan permasalahan semacam ini, agar tidak berdampak kepada masyarakatnya.

“Butuh komitmen dari Pemerintah Daerah untuk mengawal agar kasus gizi buruk tidak terjadi lagi .daerah ini harus malu kalau ada masyarakat kita yang terkena penyakit tersebut, itu artinya ada kegagalan dalam mengetaskan kemiskinan padahal di daerah kita ini  sudah dikelilingi investor terutama pekebunan kelapa sawit,” Tutupnya.(So)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *