Katingan

Obat Herbal Khas Katingan Bakal Dipatenkan

Kepala Dinas Kesehatan Katingan, Robertus Pamuryanto

KASONGAN,GERAKKALTENG.COM – Berbagai jenis obat herbal kini banyak diburu masyarakat, dipilih lantaran dinilai memiliki sedikit efek samping dibanding obat kimia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Katingan Robertus Pamuryanto mengatakan, sejak dua tahun terakhir pihaknya telah melakukan pendataan hingga penelitian terhadap khasiat obat-obatan herbal khas Katingan.

“Dinkes Katingan saat ini sedang menggebu-gebu melakukan penelitian obat tradisional khas suku Dayak. Tujuannya untuk mengangkat sekaligus mengembangkannya menjadi prodak daerah. Kalau kunyit, jahe, temulawak, dan sebagainya itu sudah umum, nah kita mau cari yang memang khasnya Katingan itu obat herbalnya apa,” ungkapnya, belum lama ini.

Guna mewujudkan programnya tersebut, kini Dinkes Katingan telah menggandeng Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) RI yang berada di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jateng.

“Di sana ada laboratorium yang memang khusus meneliti tentang obat-obatan tradisional. Kita sudah bekerjasama dengan mereka sejak dua tahun terakhir,” imbuhnya.

Menurutnya, anggaran untuk melakukan sebuah penelitian hingga uji klinis obat tradisional tidaklah sedikit. Hal inilah yang masih menjadi kendala selama ini. Sehingga pihaknya terpaksa melakukan penelitian secara bertahap.

“Karena pengujian satu jenis tanaman saja membutuhkan proses yang sangat panjang, yakni penelitian biologis tanaman hingga khasiat atau kandungan bahan kimia yang ada di dalamnya. Sedangkan kita ada ratusan jenis daftar tanaman yang masih mengantri untuk diuji laboratorium. Akhirnya kita terpaksa menyicil, menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia saja,” ujarnya.

Robertus Pamuryanto menuturkan, sejauh ini terdapat dua spesimen tanaman tradisional yang telah berhasil diuji klinis dan berkhasiat bagi kesehatan. Berdasarkan hasil survei, terdapat sekitar 50 lebih obat herbal tradisional khas suku Dayak yang dipercaya sejak dulu berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

“Saya lupa spesimennya dan khasiatnya untuk apa, yang jelas sepengetahuan saya terdapat 50 lebih obat yang berkhasiat. Tapi masih belum dilakukan penelitian, karena sifatnya masih tradisional. Di sinilah peran kita untuk membuktikan kebenaran khasiatnya itu,” katanya.

Hasil penelitian nantinya akan membeberkan secara gamblang tentang informasi kandungan tanaman tersebut, seperti khasiatnya untuk apa hingga penentuan dosisnya sebagai obat.

“Kalau semuanya sudah siap, maka langkah selanjutnya adalah mensertifikasi atau mempatenkan produk obat tradisional tersebut. Bahkan tidak menutup kemungkinan diekspor ke luar negeri, karena tren obat herbal saat ini sedang digandrungi orang asing,” sebutnya.

Jika berhasil, maka upaya panjang tersebut bakal membawa banyak dampak positif bagi masyarakat khususnya pemerintah daerah itu sendiri. Pasalnya, Kabupaten Katingan satu langkah lebih unggul dibanding daerah lain dalam pengembangan produk obat-obatannya.

“Kita akan bekerjasama dengan masyarakat maupun pihak ketiga untuk mengembangkan obat tersebut, seperti membentuk industri rumahan hingga berskala pabrik. Lisensi obat itu sepenuhnya akan menjadi milik Pemda Katingan,” pungkasnya. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *