Katingan

Warga Keluhkan Jalan Penghubung Antar Desa

RUSAK PARAH : Jalan penghubung Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan dan Desa Tewang Kadamba, Katingan Hilir rusak parah. Bahkan saat diguyur hujan, jalan ini bakal berubah menjadi lautan lumpur, Sabtu (21/4)

KASONGAN,GERAKKALTENG.COM- Kerusakan jalan yang menghubungkan Desa Tewang Kadamba, Kecamatan Katingan Hilir dan Desa Luwuk Kiri, Kecamatan Tasik Payawan sudah menjadi kosumsi publik selama ini. Menjadi satu dari sekian banyak pekerjaan rumah yang harus segera diperhatikan pemerintah daerah.

Anggota DPRD Katingan Penyang mengatakan, keluhan terhadap kondisi jalan tersebut sudah sering disampaikan konstituennya. Badan jalan tersebut seketika menjadi lautan lumpur seusai diguyur hujan.

“Apalagi akhir-akhir ini hujan terus, sehingga banyak masyarakat yang pikir-pikir melalui jalan tersebut. Bagi warga yang tidak ingin mengambil risiko terjebak ataupun jatuh terpeleset lumpur, mereka memilih naik perahu kelotok,” ungkapnya, Minggu (22/4).

Menurutnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan darat andalan masyarakat karena menjadi akses tercepat untuk bisa sampai ke Kasongan.

“Jalan itu sebenarnya melalui beberapa desa, yaitu Tumbang Liting, Tewang Kadamba, dan Luwuk Kiri. Namun tidak jarang warga di seberang sungai seperti Luwuk kanan, Tewang Tampang, Handiwung, bahkan Desa Tumbang Panggu sekalipun juga memanfaatkan jalan tersebut,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan wartawan, sejumlah pengendara sepeda motor nampak kesusahan melalui medan ekstrem tersebut. Bahkan tidak jarang membuat kendaraan roda empat terjebak dalam kubangan lumpur. Di beberapa titik, terlihat upaya masyarakat desa untuk membantu kelancaran lalu lintas dengan menimbun maupun meletakan papan atau balok kayu.

“Jarak antara kedua desa itu sekitar dua kilometer saja, total ada lima titik jalan yang kondisinya rusak berlumpur. Sudah banyak sekali orang yang jatuh, terutama pengendara cewe yang kurang mahir menguasai sepeda motornya,” jelas Edri (38) warga Luwuk Kiri.

Menurutnya, kerusakan jalan tersebut mulai dirasakan masyarakat sejak empat tahun terakhir. Terutama ketika tingginya intensitas hujan dua tahun belakangan. Kerusakan makin parah ketika masuknya kendaraan roda empat, khususnya truk.

“Saya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan itu, kasihan masyarakat setiap hari harus becek-becekan sampai terjatuh ke lumpur. Apalagi sudah empat tahun ini usulan masyarakat belum pernah direalisasikan pemerintah,” harapnya. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!