Katingan

Debat Publik Digelar Sebanyak Dua Putaran

Komisioner KPU Katingan Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Usman Sitepu : Mengatakan, pada dasarnya format acara debat publik ini hampir sama seperti daerah lain, namun di Katingan dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu putaran pertama pada Rabu 16 Mei dan 6 Juni 2018.

KASONGAN,GERAKKALTENG.COM – Berdasarkan agenda yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Katingan, maka debat publik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Katingan bakal dilaksanakan pada 16 Mei 2018 mendatang di gedung Salawah Kasongan.

Komisioner KPU Katingan Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Usman Sitepu mengatakan, pada dasarnya format acara debat publik ini hampir sama seperti daerah lain, namun di Katingan dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu putaran pertama pada Rabu 16 Mei dan 6 Juni 2018.

“Berdasarkan peraturan, sebenarnya boleh melaksanakan debat publik maksimal tiga kali. Namun kita cuma ambil dua saja untuk di Katingan. Pelaksanaannya semua di pusatkan di gedung Salawah Kasongan pada pagi hari,” ungkapnya, Senin (7/5).

Adapun tema debat pada putaran pertama, yaitu tentang peningkatan kualitas pelayanan publik dalam rangka memajukan daerah, agar terciptanya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Katingan. Sedangkan pada putaran kedua, yaitu terkait peningkatan tata kalola pemerintahan daerah untuk menyelesaikan persoalan daerah, dan menyerasikan pelaksanaan pembangunan Kabupaten Katingan dengan propvinsi dan nasional dalam rangka memperkokoh NKRI.

“Debat publik itu sendiri sifatnya wajib diikuti oleh semua paslon, terkecuali paslon bersangkutan sedang menjalankan ibadah, baik haji/umroh dan semacamnya. Kemudian atas dasar sedang mengalamk sakit, namun harus melampirkan surat keterangan sakit dari pihak berwenang,” imbuhnya.

Menurutnya, materi tema telah disampaikan kepada kelima tim peserta Pilkada Katingan sejak 10 April lalu. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengundang semua paslon dalam sebuah rapat, guna membahas terkait tata cara maupun larangan terkait kegiatan tersebut.

“Jumlah pendukung masing-masing paslon dibatasi maksimal 100 orang. Saat ini persiapan sudah mencapai sekitar 75 persen, terdapat enam segmen debat publik yang akan berlangsung, pertama pembukaan dan penyampaian visi dan misi. Kedua penajaman visi dan misi. Tiga pertanyaan terkait isu aktual daerah. Keempat dan lima, paslon diberi keleluasaan untuk saling bertanya dengan paslon lain. Terakhir adalah penutupan, jadi tiap paslon diberikan ruang untuk menyampaikan pesan-pesannya,” jelas Usman.

Secara umum materi debat publik tersebut disusun oleh tim perumus yang berasal dari tiga lembaga pendidikan tinggi di Kalteng, yaitu Universitas Palangka Raya (UPR), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP). Debat publik itu akan diliput secara khusus oleh TVRI Kalteng dan hasilnya akan disiarkan kepada masyarakat mulai pukul 17.00 WIB – 19.00 WIB dua hari setelah pelaksanaan.

“Hasil rekaman itu tidak disiarkan secara langsung, namun siaran tunda. Artinya kalau debat publik dilaksanakan tanggal 16 Mei, artinya tanggal 18 Mei akan disiarkan di chanel TVRI, begitu juga dengan putaran kedua. Selain itu, hasil rekaman pihak TVRI juga akan ditayangkan melalui sejumlah televisi lokal di Kabupaten Katingan dengan materi yang sama,” bebernya.

Usman Sitepu berharap, melalui dua putaran debat publik tersebut memberikan ruang seluas-luasnya untuk masyarakat lebih mengenal para kandidat yang bakal bertarung dalam Pikada Katingan tersebut.

“Semoga saja debat publik ini menjadi bahan pertimbangan atau referensi seluruh pemilih dalam menentukan pilihannya nanti. Terutama dalam menggali informasi yang sejelas-jelasnya untuk mencermati visi dan misi masing-masing Paslon,” pungkasnya. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *