HeadlineKatingan

Empat Tahun Menunggu Listrik, Warga Desa Protes

KRISIS LISTRIK : Warga Desa Bakung Raya dan Makmur Utama Kecamatan Katingan Kuala protes, lantaran selama empat tahun terakhir menunggu desanya teraliri listrik. Padahal berbagai persyaratan hingga jaringan listrik sudah terpasang di rumah-rumah.

KASONGAN,GERAKKALTENG.COM – Desa Bakung Raya dan Makmur Utama Kecamatan Katingan Kuala sejauh ini belum tersentuh aliran listrik PT. PLN sama sekali. Padahal ratusan rumah di dua desa tersebut sudah dibangunkan jaringan listrik sejak tahun 2014 lalu melalui program pemerintah daerah yaitu listrik masuk desa.

Marliansyah (43) warga Desa Bakung Raya mengatakan, permohonan masuknya fasilitas aliran listrik di desanya sudah diperjuangkan masyarakat sejak belasan tahun lalu. Namun baru terealisasi pada tahun 2014 silam melalui proyek pembangunan jaringan tiang-tiang listrik.

“Pokoknya setiap ada pejabat daerah termasuk anggota DPRD yang datang ke desa kami, permohonan pertama yang warga minta adalah listrik. Jaringan sebenarnya sudah siap setelah dibangun pemerintah tahun 2014, tapi sampai sekarang belum dialiri listrik sama sekali,” ungkapnya, Rabu (9/5).

Menurutnya, permohonan itu sudah berulang kali disampaikan kepada pihak PT. PLN unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Kecamatan Mendawai. Mengingat pada saat itu daya listrik masih terbatas, maka warga desa diminta bersabar menunggu penambahan mesin baru.

“Hampir dua tahun ini PLTD tersebut sudah mendapat dua tambahan mesin bertenaga 420 KVA. Sebenarnya mampu untuk mengaliri listrik sampai ke Desa Bakung Raya dan Makmur Utama, tapi nyatanya sampai sekarang belum ada realisasinya sama sekali,” imbuhnya.

Terlalu lama menunggu membuat warganya merasa ditipu oleh pemerintah daerahnya sendiri. Mengingat telah banyak pengorbanan yang dilakukan masyarakat selama ini untuk mendapatkan fasilitas listrik, seperti menebang ratusan pohon buah-buahan yang berada di jalur jaringan listrik tersebut.

“Sejak awal kami menyambut gembira proyek listrik tersebut. Begitu pihak kontraktor meminta agar tanah yang dilalui oleh jaringan listrik harus bebas dari gangguan, kami pun rela menebangi ratusan pohon durian, cempedak, rambutan, langsat, Nangka, sukun hingga pohon kelapa sepanjang 4 kilometer. Namun apa yang kami dapat, sampai sekarang listrik belum menyala, sedangkan kalau pohon buah itu masih hidup sampai sekarang maka kami bisa mendapatkan banyak uang,” ujarnya.

Selama ini, kebutuhan listrik masyarakat di dua desa tersebut masih mengandalkan generator set (genset). Praktis, masyarakat terpaksa mengeluarkan biaya lebih banyak untuk membeli BBM.

“Secara administrasi desa kami memang masuk Kecamatan Katingan Kuala, tapi kalau masalah listrik terpaksa menumpang ke Mendawai faktor kedekatan dan satu jalur sungai. Secara umum desa-desa di Mendawai sudah terakomodasi, cuma desa kami saja yang belum. Saya berharap pak Pjs Bupati Katingan dan Gubernur Kalteng melek terhadap kesusahan yang kami alami selama ini,” pintanya.

Darniansyah warga Desa Mendawai menambahkan, di kecamatannya juga terdapat dua desa yang hingga kini belum teraliri listrik PT. PLN, yakni Desa Perigi dan Tumbang Bulan.

“Karena jaraknya sangat jauh dan berseberangan dengan sungai, sehingga belum ada satupun jaringan listrik PLN yang sampai ke sana. Sedangkan desa lainnya seperti Mendawai, Teluk Sebuluh, Mekar Tani, Kampung Melayu, dan Tewang Kampung sudah masuk listrik 24 jam,” jelasnya.

Sepengetahuannya, terdapat enam desa di Kecamatan Katingan Kuala yang juga telah menikmati listrik dari PLTD Mendawai, yaitu Desa Setia Mulya, Kampung Baru, Bangun Jaya, Singam Raya, Bumi Subur, dan Jaya Makmur.

“Yang belum itu cuma Desa Bakung Raya dan Makmur Utama, padahal tiang, kabel jaringan hingga meteran listrik sudah terpasang. Masyarakat dua desa itu diperkirakan berjumlah 500-an kepala keluarga,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, dari dua desa tersebut sedikitnya 300 kepala keluarga sejak jauh-jauh hari telah melengkapi seluruh persyaratan. Namun hingga operasionalnya dua tambahan mesin baru, pihak pengelola PLN belum ada rencana untuk mengalirkan listrik ke sana.

“Yang jelas ada sekitar 300 rumah yang sudah menyiapkan biaya pemasangan. Mereka sudah terdata dan statusnya masih dalam daftar tunggu. Alasan PLN dulu karena kurang daya, seharusnya sekarang tidak ada alasan lagi karena dua tambahan mesin sudah datang dan beroperasi,” pungkasnya. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *