DPRD Kota Palangka Raya

Masalah Jalan Rusak, Paling Banyak Dikeluhkan

Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Dapil III, Nenie A Lambung

PALANGKA RAYA,GERAKKALTENG.COM – Hasil kegiatan Reses DPRD kota Palangka Raya beberapa waktu lalu, ternyata masih banyak masyarakat yang mengeluhkan infrastruktur jalan yang rusak, berlobang dan banjir bila musim penghujan.

Menurut Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Dapil III, Nenie A Lambung mengatakan dalam reses yang dilakukan anggota Dewan ke Daerah Pemilihan (Dapil) Pahandut, masih banyak ditemukannya keluhan masyarakat mengenai jalan-jalan rusak, bahkan rawan kecelakaan.

Keluhan masyarakat paling banyak masalah jalan yang rusak dan berlobang, termasuk drainase. Seperti di Pahandut Seberang muara jalan Cemara Labat juga ada lobang besar, sementara ini akan segera diselesaikan melalui dana swakelola PUPR.

Beberpa waktu lalu melalui dana PUPR juga sudah ada peningkatan atau perbaikan jalan simpang Pinus-Karet sangat parah dan drainasenya roboh, sudah diperbaiki tapi sekarang mulai terkeluas, karena pada saat perbaikan tersebut pada saat musim penghujan, sehingga kualitas aspalnya tidak bisa bertahan lama dan rusak, ungkap Nenie yang juga Ketua Komisi B,Selasa (8/5/2018)

Oleh sebab itu, tambahnya, kalau mau tuntas dan pengaspalan kualitasnya bagus, dengan catatan drainasenya harus diperbaiki dulu. Tidak bisa terus dilakukan tambal sulam begitu saja, drainase yang didepan toko harus dibongkar. Karena selama ini, banyak bangunan toko atau ruko yang menutup saluran drainase, sehingga tidak bisa dibersihkan.

“Akibatnya ketika musim penghujan, pasti mengalami banjir yang menggenangi ruas jalan, sehingga aspal terkelupas. Lama-kelamaan jalanya hancur dan berlobang, itulah yang dikeluhkan masyarakat selama ini”, cetusnya.

Dewan berharap, kata Nenie, masyarakat atau pemilik ruko/toko memiliki kesadaran, kalau mau membangun dan menutup drainase, harus dibuat lobang segi empat agar memudahkan petugas membersihkan saluran drainase tersebut untuk mencegah banjir.

Pemerintah Kota juga diminta melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar membongkar bangunan ruko atau toko yang menutup drainase, dan membuat lobang per segi empat untuk membersihkan saluran air. (Wan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *