Gunung Mas

Muhadjir Effendy : Tunjukkan Pada Dunia, Indonesia Kaya Dalam Budaya

KUALA KURUN, GERAKKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menggelar Upacara bendera dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2018 dan tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, seorang tokoh Pendidikan Indonesia, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara. Kegiatan berlangsung di Gedung Pertemuan Umum Damang Batu, Rabu (2/4/2018).

Kegiatan Upacara Bendera ini sebenarnya diselenggarakan di halaman kantor Bupati Kabupaten Gunung Mas, tetapi akibat cuaca yang tidak mendukung, maka dialihkan di Gedung Damang Batu.

Turut hadir, Sekda Gunung Mas Drs. Yansiterson, M.Si, Asisten III Agung, SE, Danramil 1016-06 Kurun Kapten  M. Ayub Kapolsek Kurun, Kepala OPD, ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kapolsek Kuala Kurun, Para Pejabat Eselon I dan II Kab. Gunung Mas, Para Camat Se Kab. Gunung Mas, serta peserta  upacara yang diikuti oleh pelajar ruang lingkup Kota kurun.

Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 kali ini mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Sekda Gunung Mas sekaligus sebagai Pembina upacara membacakan sabutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengatakan sesuai dengan tema tersebut, marilah kita jadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tecermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan. Pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini kita perlu merenung sejenak untuk menengok ke belakang, melihat apa yang telah kita kerjakan di bidang pendidikan, untuk kemudian bergegas melangkah ke depan.

Disadari bahwa kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional yang kita cita-citakan masih jauh dari jangkauan. Kita terus berusaha keras memperluas akses pendidikan yang berkualitas, terus-menerus mengalibrasi praktik pendidikan agar memiliki presisi atau ketelitian yang tinggi, sesuai dengan tuntutan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan pembangunan.  “Di sisi yang lain kita berusaha menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya dalam hal budaya,” bebernya.

Dikatakan, meskipun terbatas, sesuai skala prioritas, bangunan-bangunan baru sekolah juga didirikan di wilayah pedalaman dan perbatasan. Tak heran jika akhirnya anak anak di pedalaman mulai merasakan nikmat belajar di sekolah yang memadai dan menyenangkan. Begitu pula saudara-saudara kita di perbatasan kini bisa dengan tegap menunjukkan tapal batas negara yang tidak hanya ditandai patok beton, besi, atau kayu ala kadarnya, tetapi bangunan indah dan memadai yang menjadikan mereka lebih bangga.

“Guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia. Tripusat pendidikan itu harus secara simultan menjadi lahan subur tempat persemaian nilainilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong-royong,” terang Muhajir dikitip Sekda Gunung Mas.

Dalam kesempatan itu juga Sekda Gunung Mas saat membaca sambutan tertulis Gubernur Kalimatan Tengah H. Sugianto Sabran mengatakan, dalam memperingati Hari Pendidikan Naional tahun 2018 ini kita mengambil tema “Menguatkan Pendididkan, Memajukan Kebudayaan”.

Sesuai dengan tema tersebut, mari kita jadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendididkan dan kebudayaan,” ucap Sekda. (Hri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *