Katingan

Pemkab Katingan Diminta Perhatikan UKM

CEK KUALITAS : Anggota Komisi VI DPR RI Hamdhani saat meninjau dan mengecek langsung kualitas jahitan produksi UKM diKatingan, Rabu (2/5)

KASONGAN,GERAKKALTENG.COM – Komisi VI DPR RI bermitra dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Aneka, dan Kerajinan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menggelar Bimbingan Teknis Produksi IKM Pakaian Jadi Kalimantan Tengah pada 30 April sampai 4 Mei 2018 di Aula Hotel Katingan.

Kegiatan itu diikuti 25 orang dari berbagai wilayah kecamatan. Adapun instruktur Bimtek menjahit pakai jadi tersebut sebanyak dua orang yang berasal dari Kota Semarang, Jawa Tengah.

Anggota Komisi VI DPR RI Hamdhani berharap‎, program tersebut dapat memberikan kesempatan kepada para ibu rumah tangga di Kabupaten Katingan untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan produktif sekaligus menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga.

“Harapannya peserta nantinya bisa membuka usaha jahit pakaian sendiri, baik mukena, tas, dompet, baju, celana, dan berbagai jenis kebutuhan lainnya yang dapat dibuat menggunakan sarana mesin jahit,” ungkapnya, Rabu (2/5).

Keberadaan UKM sektor pengolahan pakaian jadi tumbuh subur di beberapa kecamatan. Dirinya berharap, bimtek yang dilakukan kali ini dapat membawa manfaat sekaligus sarana penyebarluasan keterampilan menjahit bagi masyarakat.

“Semoga program ini berjalan lancar sesuai target kita, yaitu harus mampu terpenuhi 25 UKM. Bahkan rencana ke depannya kita akan membuat kegiatan serupa lebih banyak dan seinovatif mungkin,” ujarnya.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu menuturkan, selaku wakil rakyat di pemerintahan pusat pihaknya selalu berupaya untuk mencarikan solusi terkait jaminan pemasaran hasil olahan pakaian jadi tersebut. Harapannya semangat para pelaku UKM tidak mudah luntur dan stagnan dalam mengembangkan usahanya.

“Dengan pembuatan pakaian jadi secara  tradisional ini, maka masyarakat Katingan  tidak lagi bertumpu dari pakaian yang berasal dari luar daerah maupun pabrikan,” pintanya.

Berdasarkan pemantauannya, kualitas dan desain yang diciptakan para peserta mampu bersaing di pasar nasional. Hal itu ditunjukan dari beberapa kerajinan hasil pelatihan tersebut.

“Saya nilai produk mereka ini sudah sangat layak untuk dipakai masyarakat, seperti desain kerudung dan mukena untuk pengajian,” ujarnya.

Dirinya meminta, agar Pemerintah Kabupaten Katingan mendukung penuh keberadaan pelaku UKM di daerahnya.

“Program ini merupakan buah kerja sama dengan Kementerian Perisdustrian RI, artinya pemerintah daerah wajib untuk mendukung penuh. Jangan sampai semangat masyarakat yang berusaha mandiri melalui UKM malah dibiarkan berjalan sendiri, pemerintah harus hadir untuk membantu mereka,” pungkasnya. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *