Kalimantan TengahKatingan

Durian Otak Udang Kasongan Diburu Pecinta Buah

Berpotensi Jadi Branding dan Objek Wisata Pemerintah Kabupaten Katingan

KATINGAN, GERAKKALTENG.COM – Mungkin tak banyak orang tau dan mengenal buah Durian Otak Udang yang warnanya kemerah-merahan (bukan buah paken).

Meski buah durian otak udang termasuk buah langka dan sulit mendapatkannya, ternyata buah durian jenis ini juga ada di provinsi Kalteng tepatnya di Kabupaten Katingan dan durian otak udang ini sangat diburu para pencinta buah.

Bahkan kalangan pejabat tinggi Bank Indonesia (BI) sedang mencari buah durian jenis ini.

“Pernah sekali teman-teman dari Jakarta berkunjung ke Palangka Raya, saya suguhi durian otak udang, dan itupun hanya satu buah yang isinya hanya lima biji. Tapi rasanya sangat enak, aromanya khas, legit, dagingnya sangat tebal dan lembut. Bahkan menurut mereka, rasanya melebihi musang king,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) provinsi Kalteng, Wuryanto pada acara Halal Bi Halal Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Kalteng di Desa Kuluk Bali Kabupaten Katingan Provinsi Kalteng, Sabtu (7/7/2018).

Halal Bi Halal ini juga dihadiri para pejabat perbankan se Kalteng dan dirangkaikan dengan acara penyerahan bantuan CSR seluruh perbankan kepada masyarakat setempat berupa penyerahan bantuan rumah ibadah, buku perpustakaan, bak sampah, alat pertanian dan lain sebagainya.

Menariknya, di penghujung acara dilakukan makan durian bersama (durian lokal), termasuk mecicipi durian otak udang yang terbilang langka dan jumlahnya sangat terbatas.

Menurut Wuryanto, durian otak udang tersebut sangat berpotensi menjadi salah satu branding objek wisata di Kasongan Kabupaten Katingan, karena tergolong langka dan tumbuh secara alami. Dari seluruh durian kasongan yang ada, durian otak udang ini jumlahnya sangat terbatas dan susah dicari, makanya harganya lebih mahal dari durian umumnya.

Ia pun mengaku sudah menyampaikan perihal durian otak udang ini kepada rekan-rekan sejawatnya di Jakarta dan Pulau Jawa, bahkan berniat ingin membeli sebanyak 200 bibit untuk di budidayakan di pulau jawa dan sekitarnya.

“Suatu saat saya akan kembali mengajak teman-teman dari Jakarta untuk berkunjung ke desa Kuluk Bali ini, sekaligus membuat video dokumentasi mulai dari pohon, hingga proses panen buah untuk untuk promosi menjadi salah satu destiny wisata di Kabupaten Katingan,” ujarnya.

Wuryanto juga mengatakan pihaknya akan menjadikan desa Kuluk Bali menjadi Binaan Bank Indonesia, namun harus melalui mekanisme dan proses yang ada, termasuk survey berbagai potensi sumber daya alam sekitar, baik pertanian, perikanan, wisata dan lain sebagainya.

Sementara Kepala Desa Kuluk Bali, Tarik mengatakan pihaknya merasa bersyukur dan berterimakasih kepada Bank Indonesia dan seluruh perbankan lainya yang perduli terhadap Desa Kuluk Bali khususnya dan Kabupaten Katingan umumnya.

Dirinya mengaharapkan agar desanya mendapatkan arahan dan bimbingan dari BI, khususnya bagaimana mengembangkan durian otak udang dan menjadi branding Kabupaten Katingan serta menjadi salah satu objek wisata andalan. (Wan/Tri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *