HeadlinePalangka Raya

Fasilitas Pelayanan Disdukcapil Dikeluhkan

PALANGKA RAYA,GERAKKALTENG.COM Fasilitas penunjang pelayanan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palangka Raya diharapkan dapat lebih dibenahi. Hal tersebut bukan tanpa sebab, pasalnya fasilitas seperti kursi tunggu hingga loket yang kurang banyak menyebabkan warga harus gantre sambil berdiri, hingga menumpuk diluar gedung kantor.

Kabid Pengelolaan, Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Palangka Raya, Lukmanul Hakim, tidak menepis bila kondisi ruang pelayanan Disdukcapil tidak mampu menampung jumlah warga yang datang untuk mendapatkan layanan administrasi data kependudukan.

Pun demikian kata dia, kondisi tersebut hanya terjadi dalam beberapa pekan terakhir, terutama sejak pasca libur hari raya Idul Fitri, Dimana jumlah warga yang melakukan pengurusan data kependudukan  sangat tinggi, hingga mencapai 20 persen kenaikan pelayanan dari hari biasanya.

“Pelayanan yang dilakukan mulai perekaman e-KTP menjelang Pilwalkot yang lalu, legalisir e-KTP dan KK untuk keperluan mengurus anak didik masuk sekolah, hingga syarat untuk menjadi Caleg bagi warga yang ikut partai politik,”ungkapnya,”Minggu (8/7/2018).

Selain itu tambah dia, permintaan pengurusan data kependudukan seperti pembuatan akte kelahiran, perkawinan hingga pembuatan kartu identitas anak (KIA) juga menambah membludaknya warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan di kantor Disdukcapil.

“Ya, kita sudah menyiasati dengan membuka loket untuk beberapa hari dibagian bawah bangunan kantor, mengingat gedung ini berdiri dengan tiang tinggi,”bebernya.

Dalam kondisi demikian imbuh Lukmanul, pihaknya tidak bisa berbuat banyak mengingat kondisi maupun kapasitas ruangan pelayanan pada kantor Disdukcapil memang begitu adanya.“Loketnya yang disediakan dirasa cukup. Kalaupun warga yang datang banyak, maka sudah barang tentu harus ngantre hingga keluar kantor,”tutupnya singkat.

Pada akhir pekan sebelumnya, Rajie, warga Palangka Raya mengaku terpaksa ngantre sambil menunggu diluar gedung kantor Disdukcapil saat melakukan pengurusan data kependudukan.

“Kursi tunggunya di dalam ruang pelayanan tidak mampu menampung warga yang ingin mengurus data kependudukan,”ujarnya.

Seharusnya kata dia, pihak Disdukcapil bisa lebih membenahi dengan menambah lagi jumlah kebutuhan kursi maupun loket. Sehingga setidaknya warga  tidak lelah ngantre dan mengganggu pada jalur masuk ruang pelayanan.

Hal senada juga disampaikan Sri, bahwa kurang banyaknya loket layanan yang disediakan menyebkan warga  harus lama mengantre. “Bila saya lihat masih ada ruang yang dapat dimanfaatkan untuk penambahan loket lagi. Terutama loket vital, seperti untuk data perekama e-KTP,”cetusnya.VD

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *