Kalimantan TengahPalangka Raya

Jasa Angkutan Udara dan Daging Ayam Picu Terjadinya Inflasi

PALANGKA RAYA,GERAKKALTENG.COM – Selama Juni 2018, Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 1,14 persen atau mengalami
kenaikan indeks harga dari 128,81 (Mei 2018) menjadi 130,28 (Juni 2018).

Inflasi di Palangka Raya didominasi oleh meningkatnya indeks harga pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (4,00 persen) dan bahan makanan (1,61 persen).

Laju inflasi tahun kalender (2,43
persen), juga didominasi oleh lonjakan kenaikan indeks harga kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (4,40 persen) dan bahan makanan (4,18 persen).

Sementara inflasi tahun ke tahun (2,23 persen) lebih dipengaruhi oleh kelompok kesehatan (4,54 persen) dan sandang (4,53 persen), ungkap Kepala BPS Provinsi Kalteng, Hanif Yahya dalam acara rilis berita resmi Statistik, Senin (2/7/2018).

Menurutnya, Dampak Kebijakan Harga dan Fluktuasi Harga di Pasar Eceran
Selama Juni 2018, andil komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) menjadi faktor pendorong utama terjadinya inflasi di Palangka Raya (0,62 persen) dan Sampit (0,73 persen).

Komponen harga bergejolak (volatile foods) juga memiliki kontribusi cukup tinggi terhadap inflasi di Sampit (0,83 persen), lebih tinggi dari Palangka Raya (0,39 persen).

Sementara itu, komponen inflasi inti (core inflation) juga memiliki pengaruh terhadap tingkat inflasi di Palangka Raya (0,13 persen) dan Sampit (0,26 persen), meskipun lebih rendah dari andil kedua kebijakan harga lainnya, terangnya.

Hanif menambahkan, komoditas utama pendorong terjadinya inflasi di Palangka Raya berasal dari jasa angkutan udara (0,65 persen) dan daging ayam ras (0,21 persen). Begitu pula di kota Sampit, yang dipicu oleh jasa angkutan udara (0,60 persen) dan daging ayam ras (0,39 persen).

Sebaliknya, komoditas utama
yang berkontribusi terhadap potensi terjadinya deflasi di Palangka Raya adalah ikan baung (0,04 persen) dan ikan gabus (0,04 persen).

Sementara itu, komoditas utama pendorong potensi terjadinya deflasi di Sampit adalah ikan layang (0,05 persen). (Wan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *