HeadlineKalimantan Tengah

Terkait ‘Perintah’ Pengosongan Asrama Mahasiswa Putra Kalteng, Semua Pihak Diminta Menahan Diri

Putri Pahlawan Nasional Tjilik Riwut, Nila Riwut : Bertindak selaku relawan bagi mahasiswa dan pelajar yang sedang melanjutkan study di Jogjakarta mengaku prihatin dengan persoalan tersebut. "Generasi penerus itu perlu diayomi, jangan lukai bathin mereka karena kelak mereka lah yang melanjutkan estafet pembangunan Kedepan.

PALANGKA RAYA,GERAKKALTENG.COM – Surat berkop Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng yang ditujukan kepada penghuni asrama mahasiswa putra Kalteng di Jl. Pakuningratan Jogjakarta menimbulkan polemik di masyarakat. Imbauan untuk pengosongan asrama ini dinilai sangat mendadak dan membuat para penghuninya kalang kabut.
Ketua Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kalteng Jogja, Asrari Puadi dalam surat terbukanya meminta semua pihak bisa menahan diri terkait persoalan tersebut.
“Menyikapi hal tersebut kami telah mengirimkan surat pengajuan RDP ke DPRD Kalteng beserta lampiran analisis dan kajian terhadap berbagai kebijakan terkait. Untuk itu kami mohon semua pihak khususnya mahasiswa dapat menahan diri,” katanya.
Lewat tim khusus ini, menurut Asrari, pihaknya akan menempuh cara-cara bijak dan musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul dari surat Sekda Provinsi Kalteng yang mereka terima 9 Agustus 2018 lalu.
“Jangan sampai ada tindakan liar yang reaktif apalagi anarkis, karena itu hanya akan mencoreng nama mahasiswa Kalteng,” katanya.
Sementara putri pahlawan Tjilik Riwut, Nila Riwut yang bertindak selaku relawan bagi mahasiswa dan pelajar yang sedang melanjutkan study di Jogjakarta mengaku prihatin dengan persoalan tersebut.
“Generasi penerus itu perlu diayomi, jangan lukai bathin mereka karena kelak mereka lah yang melanjutkan estafet pembangunan ini,” katanya.
Ia menyesalkan waktu yang diberikan untuk mengosongkan asrama putra mahasiswa Kalteng yang diberikan ini terlalu singkat, yakni hanya enam hari.
“Tidak mudah bagi mereka untuk mencari tempat bernaung sementara dengan waktu yang sebegitu singkat. Terlebih lagi ini memasuki tahun ajaran baru. Untuk itu kami berharap aparat terkait bisa bersikap bijak menyelesaikan masalah ini,” kata putri mantan gubernur Kalteng ini. IR

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *