HeadlineKalimantan Tengah

Mengatasnamakan Utus Dayak, Gubernur Kalteng Didemo

PALANGKA RAYA,GERAKKALTENG.COM – Sejak sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (8/10/2018) bundaran besar yang berada di jantung Kota Palangka Raya dan berhadapan langsung dengan istana Isen Mulang yang menjadi kediaman dinas Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran ini tampak ramai.  Ratusan orang yang dikawal aparat kepolisian ini tampak berkumpul di sisi bundaran yang menghadap langsung ke halaman depan rumah jabatan.  Ruas jalan pun terpaksa ditutup dan dialihkan ke samping.  Ternyata pagi itu sedang ada kegiatan demo sekelompok orang.
Warga yang mengatasnamakan utus Dayak ini menuntut kepada Gubernur Sugianto Sabran atas beberapa hal.
Dalam tuntutan yang berisi tiga poin penting yang ditandatangani koordinator aksi Drs. Dagut H. Junas dan sekretaris Bachtiar Effendi, SH, MH ini, ratusan warga dari beberapa wilayah kabupaten di Kalteng ini menuntut pengembalian pejabat putra daerah (asli dayak) 300 orang yang diberhentikan dengan sengaja tanpa melihat aturan yang berlaku.
Poin kedua yang menjadi tuntutan pendemo adalah meminta mengembalikan tenaga kontrak yang berjumlah 206 orang yang diberhentikan tanpa melihat aturan yang berlaku.
Dan poin ketiga yang disuarakan adalah mengembalikan tanah adat dan tanah masyarakat dayak yang dikuasai perusahaan tambang, perkebunan sawit, HPH dan HTI.
Salah seorang demonstran yang tidak bersedia menyebutkan namanya ini mengatakan, pihaknya meminta penjelasan tentang pemberhentian 206 tenaga kontrak yang tidak jelas alasannya.  Bahkan, menurutnya, Ombusman Perwakilan Kalteng menyatakan bahwa seleksi tenaga kontrak tahun 2018 itu adalah maladministrasi.
Sampai siang hari, aksi yang dikawal ratusan aparat kepolisian berpakaian lengkap maupun yang berpakaian sipil ini terus menggelar orasi untuk menuntut apa yang mereka suarakan. (Ir)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *