Kalimantan TengahPalangka Raya

Ritual Tiwah Resmi Dibuka

PALANGKA RAYA,GERAKKALTENG.COM – Upacara ritual Tiwah massal diharap membawa keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Tengah, sekaligus memperkenalkan peradaban yang hidup dan berkembang di provinsi yang berjulukan Bumi Tambun Bungai di tengah kehidupan masyarakatnya yang majemuk dalam keragaman agama dan budaya.

Ungkapan tersebut menjadi salah satu point penting yang disampaikan Sekda Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada pembukaan ritual Tiwah massal tahun 2018, di Komplek Balai Hindu Kaharingan Jalan Tambun Bungai, nomor 5 Palangka Raya, Sabtu (17/11/2018).

Harus diakui kata Fahrizal, ritual Tiwah bagi masyarakat Dayak Kalimantan Tengah telah menjadi dasar tanggungjawab yang harus diaktualisasikan sebagai perwujudan cinta kasih dan penghargaan yang tinggi terhadap nilai-nilai kehidupan.

Terlebih masyarakat Dayak utamanya umat Kaharingan, bahwa kehidupan itu harus dikembalikan kepada sang pencipta. Nilai norma inilah yang mendasari terselenggaranya upacara Tiwah yang melahirkan nilai, norma, hukum dan aturan kemasyarakatan.

“Baru pertama kalinya, ritual Tiwah dilaksanakan oleh Pempro Kalteng melalui Disbudpar, bekerja sama dengan Majelis Besar Hindu Kaharingan. Mari kita perkenalkan peradaban ini kepada masyarakat,wisatawanan mancanegara dan nusantara,”cetusnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng, Guntur Talajan menyampaikan, ritual Tiwah tersebut terhitung dilaksanakan dari tanggal 2 November hingga 20 Desember 2018 dipusatkan di Komplek Balai Hindu Kaharingan Palangka Raya.

“Jumlah yang ditiwahkan sebanyak 30 orang (Karaung) yang berasal dari berbagai pelosok wilayah Kalteng,”jelasnya.

Dikatakan pelaksanaan Tiwah massal kali ini selain menjadi keharusan bagi umat Kaharingan, disisi lain juga bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara ke Kota Palangka Raya.

Ketua Majelis Besar Hindu Kaharingan (MBHK) Kota Palangka Raya, Parada, dalam kesempatan itu mengatakan, ritual Tiwah bertujuan sebagai ritual untuk meluruskan perjalanan roh atau arwah roh orang yang sudah meninggal menuju Lewu Tatau (Surga) sehingga bisa hidup tentram dan damai di alam Sang Kuasa.

Selain itu, Tiwah Suku Dayak Kalteng juga dimaksudkan oleh masyarakat di Kalteng sebagai prosesi suku Dayak untuk melepas Rutas atau kesialan bagi keluarga almarhum yang ditinggalkan dari pengaruh-pengaruh buruk yang menimpa.

“Upacara Tiwah akan dilaksanakan melalui berbagai prosesi ritual. Kali ini pelaksanaannya cukup panjang. Perlu diketahui ritual ini sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun silam, dan merupakan warisan leluhur peradaban Dayak,”pungkas Parada.

Adapun pembukaan ritual Tiwah massal tersebut turut dihadiri jajaran OPD dan Forkopimda lingkup Pemrov Kalteng dan Pemerintah Kota Palangka Raya, Ketua MBHK Lewis K.D.R, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, H. Agustiar Sabran serta sesepuh maupun tokoh masyarakat Kalteng dan undangan lainnya.VD

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *