Gunung MasPolitik

Masyarakat Kuala Kurun Nyoblos ke TPS Tiruan

"Berdasarkan pengamatan, setiap orang membutuhkan waktu tiga sampai lima menit, bahkan ada beberapa orang yang lebih lama ketika menyalurkan hak pilihnya," ungkap Stepenson, Selasa (26/3/2019).

FOTO : KPU Gunung Mas menggelar simulasi pemungutan suara di TPS. Masyarakat selaku peserta nampak antusias dan serius mengikuti semua tahapan, Selasa (26/3/2019).

gerakkalteng.com – KUALA KURUN – Kendati Pemilu Serentak 2019 digelar April mendatang, namun ratusan masyarakat di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas berbondong-bondong datang ke TPS untuk mencoblos sesuai keinginan masing-masing.

Kegiatan yang terdengar cukup janggal tersebut ternyata merupakan agenda simulasi yang digelar KPU Gunung Mas. Simulasi tersebut penting dilakukan, guna mengetahui sejauh mana kesiapan petugas pemungutas suara hingga memperhitungkan berapa lama rata-rata waktu pencoblosan per orang.

Ketua KPU Gunung Mas, Stepenson mengatakan, dalam simulasi tersebut pihaknya bakal mencermati berapa rata-rata waktu selama proses pencoblosan, kendala, dan hal-hal lain yang dianggap penting.

“Berdasarkan pengamatan, setiap orang membutuhkan waktu tiga sampai lima menit, bahkan ada beberapa orang yang lebih lama ketika menyalurkan hak pilihnya,” ungkap Stepenson, Selasa (26/3/2019).

Simulasi itu juga untuk mengetahui, sejauh mana kinerja KPPS ketika menjalankan tugas dan fungsinya. Hasilnya, KPU Gunung Mas menemukan beberapa kekurangan atau kelemahan yang dilakukan, semua itu bakal dievaluasi kembali.

“Menurut saya hal itu tergolong wajar, mengingat sampai saat ini mereka (KPPS, Red) belum mengikuti bimbingan teknis,” ujarnya.

Melalui simulasi tersebut, pihaknya juga bakal mencermati lebih jauh terkait adanya kerusakan surat suara, baik kasus ketidaksengajaan dalam proses pencoblosan maupun kesengajaan.

“Jika saat perhitungan suara banyak ditemukan surat suara yang rusak, maka akan menjadi bahan evaluasi bagi kita semua. Saya berharap, tidak ada surat suara yang rusak, baik ketidaksengajaan maupun sengaja coblos surat suara dengan berulang-ulang,” pungkasnya. (hms/srn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *