Kalimantan TengahPalangka Raya

Bahasa Indonesia Bisa Jadi Bahasa Pergaulan Internasional

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah I Wayan Tama

PALANGKA RAYA,GERAKKALTENG.COM – Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah I Wayan Tama mengingatkan jika keberadaan Bahasa Indonesia ke depan tidak hanya diharapkan menjadi bahasa utama di dalam negeri tetapi juga bisa menjadi bahasa pergaulan internasional.
Hal ini ditegaskan Wayan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Kelompok Diskusi Terpumpun pada Media Massa di Kalimantan Tengah Tahun 2019, Kamis (23/5) di Palangka Raya.
Ada beberapa syarat yang memungkinkan Bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa pergaulan internasional, menurut Wayan, di antaranya struktur Bahasa Indonesia yang mudah dipahami.
“Salah satu keunggulan Bahasa Indonesia itu mudah dipelajari dan dipahami oleh siapa pun karena strukturnya yang tidak rumit,” kata Wayan.
Besarnya jumlah penduduk Indonesia yang merupakan urutan ke 4 dunia juga menurut Wayan bisa menjadi corong untuk mengenalkan Bahasa Indonesia ke masyarakat internasional.
“Balai Pengembangan Bahasa dan Perbukuan juga telah secara rutin mengirimkan para guru Bahasa Indonesia yang menjadi duta bahasa untuk mengajarkan Bahasa Indonesia di beberapa belahan dunia internasional,” kata Wayan.
Sementara di daerah, menurut Wayan, Balai Bahasa secara rutin mengampanyekan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang-ruang publik. Termasuk pembinaan Bahasa Indonesia pada media massa dan pemilihan duta bahasa.
“Ada tiga poin yang menjadi catatan dalam pengembangan dan pelestarian Bahasa Indonesia yakni utamakan penggunaan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing,” kata Wayan.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Kalimantan Tengah H. Sutransyah mengatakan, salah satu upaya peningkatan kualitas wartawan termasuk dalam penggunaan Bahasa Indonesia dapat terlihat dalam mata uji pada uji kompetensi wartawan (UKW) yang sudah sembilan kali diselenggarakan oleh PWI Kalteng.
“Wartawan juga memiliki peran yang cukup penting dalam penyebaran Bahasa Indonesia melalui media massa. Oleh karena itu, dengan adanya forum kerja sama dengan Balai Bahasa ini diharapkan bisa lebih menyosialisasikan penggunaan Bahasa Indonesia di tengah masyarakat,” kata Sutransyah. (ir)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *