DPRD Gunung MasGunung MasHeadline

Daging Sapi Beku Belum Dilirik Masyarakat

"Alasannya mungkin karena masyarakat banyak yang belum tahu dan belum familiar dengan daging beku. Sehingga lebih memilih beli daging sapi segar," katanya, Selasa (9/7/2019).

gerakkalteng.com – KUALA KURUN – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gunung Mas, Yulianus H. Umar mengatakan, sejauh ini minat beli masyarakat terhadap daging sapi beku terbilang cukup rendah.

“Alasannya mungkin karena masyarakat banyak yang belum tahu dan belum familiar dengan daging beku. Sehingga lebih memilih beli daging sapi segar,” katanya, Selasa (9/7/2019).

Padahal, ujarnya, harga daging beku jauh lebih terjangkau dibanding harga di pasaran atau berada dikisaran Rp 80 ribu per kilogram. Pun demikian dengan kualitas daging yang sudah terjamin.

“Sementara ini daging sapi beku hanya dijual di Bulog, mereka juga sudah ada freezer alias lemari pendingin untuk menyimpan daging. Kalau tidak salah bisa tahan sampai tiga bulan,” jelasnya.

Menurut Yulianus, keberadaan stok daging sapi beku tersebut utamanya sebagai penyeimbang ketika harga daging sapi segar di pasaran melonjak.

“Biasanya harga daging segar naik saat momen hari besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal maupun tahun baru. Kalau harga sudah naik, maka daging beku ini biasanya dilepas ke pasaran,” sebutnya.

Selain daging sapi, gejolak harga di pasar Gunung Mas biasanya juga terjadi pada komoditas bawang, telor dan ayam pedaging.

“Tiap dua minggu sekali tim selalu melakukan pendataan, terutama di pasar Kuala Kurun. Misalkan ada gejolak harga yang cukup tinggi, maka kami segera berkoordinasi dengan Bulog untuk menggelar pasar murah,” pungkasnya. (hms/srn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *