DPRD Gunung MasGunung MasHeadline

Prospek Usaha Jagung Komposit Menjanjikan, Ini Pesan Kepada Kelompok Tani

"Tahun ini kita dapat sebanyak 360 hektare, jika berhasil maka tahun depan kita akan mengusulkan minimal 500 hektare," katanya, Senin (8/7/2019).

gerakkalteng.com – KUALA KURUN – Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Gunung Mas, Yermiadi menuturkan, tahun ini pihaknya mendapatkan bantuan bibit jagung komposit alis hibrida dari Pemprov Kalimantan Tengah.

“Tahun ini kita dapat sebanyak 360 hektare, jika berhasil maka tahun depan kita akan mengusulkan minimal 500 hektare,” katanya, Senin (8/7/2019).

Program tersebut sudah berjalan dan kini bibit jagung komposit sudah sampai ke masing-masing kelompok tani. Syarat mendapatkan bantuan tersebut, yakni mengusulkan permohonan.

“Enam kecamatan penerima bantuan, yaitu Kecamatan Kurun sebanyak 169 hektare, Rungan Hulu 25 hektare, Rungan 68 hektare, Sepang 15 hektare, Mihing Raya 23,5 hektare, dan Tewah 59 hektare,” katanya.

Umumnya, masa panen jagung komposit memakan waktu sekitar empat bulan, tergantung cuaca dan musim. Tata cara maupun teknik budidaya jagung komposit sudah dijelaskan penyuluh secata langsung maupun melalui brosur yang dibagikan kepada kelompok tani.

“Kelompok tani yang ada ini memang belum punya pengalaman cukup matang menanam jagung. Semoga saja hasil panen nanti bagus, perusahaan pakan di Banjarmasin siap menampung panen mereka. Dalam satu hektare diperkirakan menghasilkan 6 sampai 8 ton jagung,” jelasnya.

Dirinya berharap, kelompok tani yang mendapatkan bantuan bibit jagung tersebut serius mengembangkan pertaniannya. Sebab usaha jagung komposit sejauh ini cukup menjanjikan.

“Program ini juga untuk merubah pola pikir masyarakat yang awalnya menambang emas menjadi petani. Sebab mau tidak mau dan suka tidak suka menambang emas harus segera ditinggalkan,” pungkasnya. (hms/srn)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *