DPRD Kota Palangka RayaKalimantan TengahPalangka Raya

BPOM Dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Akan Terus Mengawasi Penjualan Bajakah

PALANGKA RAYA,GERAKKALTENG.COM -Fenomena maraknya penjualan “Bajakah”tanaman khas Kalimantan, khususnya yang ada di Kalteng, menyusul viralnya bajakah sebagai ramuan yang dapat mengobati kanker tidak terbendung

Kondisi ini membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya mengambil langkah tegas, yakni BPOM melarang adanya penjualan Bajakah secara luas.

Kepala BPOM Kalteng Trikoranti Mustikawati mengatakan, maraknya penjualan bajakah saat ini tampak diiringi dengan penyalahgunaan dalam penjualan, yakni adanya pembuatan label penjualan yang di klaim sendiri tanpa prosedur.

“Ya. kalau bajakah dijual sebagai obat tradisional masih diperkenankan. Tapi ketika mengklaim dengan melabel sendiri keunggulan tanaman tersebut jelas tidak boleh,”ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (23/8/2019).

Menurut Trikoranti, klaim berupa label yang disematkan pada penjualan bajakah secara berlebihan sangat menyalahi, karena seolah-olah memastikan dapat mengobati penyakit kanker. Padahal manfaat bajakah secara khusus belumlah dilakukan penelitian secara mendalam.

“Yang dikhawatirkan ini bisa jadi bentuk pembohongan publik,”tukasnya.

Kenapa demikian jelas Trikoranti, karena apa yang dijual belum bisa dipastikan apakah itu betul-betul tanaman bajakah. Sebab bisa saja sudah dicampur aduk dengan bahan lain, namun diklaim dapat menyembuhkan kanker.

BPOM dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng ungkap Teikiranti, akan terus mengawasi terhadap penjualan tumbuhan bajakah yang saat ini terus menjadi perbincangan hangat

“Beberapa waktu lalu kami sudah turun kelapangan, dan menemukan banyak penjual bajakah yang mencantumkan label klaim yang berlebihan,”bebernya.

Selain itu tambah dia, ditemukan pula ada penjualan obat tradisional yang tidak mencantumkan label izin edar.

“Para pedagang sudah kita lakukan pembinaan dan diingatkan untuk tidak menggunakan label berlebihan. Selain itu kita minta para penjual untuk segera ajukan izin edar ketika menjual bajakah dalam bentuk produk,”tutupnya.

Adapun maraknya penjualan dan perbincangan bajakah ini didasarkan hasil karya ilmiah siswa SMA 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah yanh mendunia.

Disebutkan, kemenangan tiga siswa SMA 2 Palangka Raya Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya di perlombaan karya ilmiah di World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan, telah berhasil meneliti jenis akar bajakah. Dimana akar tanaman yang banyak tumbuh di Provinsi Kalteng itu ternyata dapat mengobati kanker.VD

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *