Uncategorized

Gemar Makan Ikan Bisa Cegah Balita Terkena Stanting

"Saya mengimbau, agar masyarakat Gubung Mas lebih senang makan ikan sehingga mendapatkan protein dari ikan. Seharusnya, ikan bisa menjadi makanan utama bagi masyarakat karena memiliki protein tinggi bila dimasak dengan benar," ungkapnya, Kamis (8/8/2019).

gerakkalteng.com – KUALA KURUN – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Gunung Mas, Mimie Mariatie menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI maka angka balita yang mengalami stanting di daerahnya cukup tingginya. (hms/srn)

“Saya mengimbau, agar masyarakat Gubung Mas lebih senang makan ikan sehingga mendapatkan protein dari ikan. Seharusnya, ikan bisa menjadi makanan utama bagi masyarakat karena memiliki protein tinggi bila dimasak dengan benar,” ungkapnya, Kamis (8/8/2019).

Stanting merupakan kondisi perkembangan tinggi badan yang tidak optimal dan berdampak pada rendahnya kualitas kecerdasan. Data pemantauan status gizi pada 2016 menunjukkan jumlah balita stanting di Indonesia mencapai 27,5 persen. Rinciannya, sangat pendek 8,5 persen dan pendek 19 persen.

“Masalah stanting ini serius. Bayangkan, dari 10 anak, 4 di antaranya tidak cerdas. Ini bukan yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas,” ujarnya.

Menurutnya, sumber protein ikan tidak hanya di lautan, namun ikan perairan daratan di Gunung Mas cukup banyak seperti lele, mujair/nila, gabus, baung, patin, dan sebagainya.

“Komposisi protein hewani pada ikan sebenarnya tidak terlalu berbeda kandungannya dengan protein hewani lain. Namun ikan dikatakan lebih menyehatkan karena lemak yang terkandung di dalamnya bukan lemak jenuh,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *