DPRD KatinganKatingan

Waktu Latihan Mepet, Pelatih Paskibraka Katingan Pilih Mundur

“Puncak Dirgahayau RI hanya menghitung hari saja, sementar pembukaan diklat paskibraka tingkat kabupaten katingan baru dilaksanakan pada jum’at (9/8) malam, tentu waktunya akan sangat mepet dengan puncak perayaan HUT ke-74 RI,”Ujarnya

KASONGAN. Gerakkalteng.com – Serka Suparto yang sudah puluhan tahun menjadi pelatih Paskibraka tingkat Kabupaten Katingan memilih mundur jadi pelatih, mundurnya Suparto lantaran waktu untuk melatih peserta paskibraka hanya tiga hari.

“Puncak Dirgahayau RI hanya menghitung hari saja, sementar pembukaan diklat paskibraka tingkat kabupaten katingan baru dilaksanakan pada jum’at (9/8) malam, tentu waktunya akan sangat mepet dengan puncak perayaan HUT ke-74 RI,”Ujarnya.

Suparto menjelaskan, ia sudah berkonsultasi terkait pengunduran diri sebagai pelatih paskibraka untuk HUT ke-74 RI tingkat kabupaten katingan .

“Saya sudah konsultasi juga terkait dengan rencaa kemunduruan saya sebagai pelatih dipaskibraka tingkat Kabupaten Katingan 2019 ini lantaran saya tidak ingin mengambil resiko yang hanya dalam tiga hari efektinya untuk melatih peserta. Yang jelas saya akan mundur dan yang lainnya akan mengikuti”kata Serka Suparto,  Rabu (7/8/2019) di Kasongan.

Menurut Suparto untuk pelatih paskibraka ditingkat Kabupaten ini ada dari TNI sebanyak dua orang dengan patwal dua orang, dari Polri ada enam orang dan patwalnya dua, danpas satu, kordinator satu sehingga dengan rencana mundurunya dirinya maka yang lainnya berencana ikut mundur.

Hal ini disebabkan kata Suparto lantaran ada beberapa faktor yakni jadwal pelaksana kegiatan itu yang dijawalkan berlangsung sepuluh hari namun pihak panitia khusunya Dispora Kabupaten Katingan tidak memperhitungkan bahkan mempertimbangkan jadwal dari segi libur Hari Raya maupun gladi sehingga tidak epektif untuk latihan hanya dalam waktu kurun tiga hari.

“Dari dasar itulah saya tidak berani mengambil resiko lantaran peserta  paski ini perlu ada kesamaan, kekompakan dalam gerak, bahkan peserta sendiri banyak yang belum tahu atau menguasai dasar dasar dari PBB, disitu kesulitan kita. Dengan waktu tiga hari cukup berat rasanya untuk melatih mereka, karena peserta dari anak anak SMA , bukan seperti TNI, Polri yang memang sudah jadi fisik maupun ketrampilannya dalam baris berbaris maupun dalam gerakan”kata Suparto.

Lanjut Suparto TNI maupun Polri bila diberi waktu tiga hari untuk itu juga susah jangankan tiga hari untuk gladi TNI, Polri juga berminggu minggu apalagi ini yang mendidik peserta dari awal, bila dipaksakan maka ditakutkan ada hal hal yang tidak diinginkan dapat terjadi kepada para peserta.

Menurut Suparto saat rapat dengan pihak Dipora sudah disampaikan paling tidak dengan sisa waktu yang ada tanggal 7 itu peserta sudah masuk, namun dengan berbagai alasan seperti masalah anggaran itu yang disampaikan pihak Dispora, maka peserta masuk tanggal 9 Agustus ini, 10 Agustus baru pembukaan sedangkan 11 Agustus itu hari libur yakni Hari Raya sehingga 13 Agustus baru bisa latihan.

“Ini bukan kegiatan yang baru kemarin direcanakan karena ini acara rutinitas wajib setiap tahun dilaksanakan kenapa itu tidak dipikirkan, kenapa jauh jauh hari pelatih atau terlibat didalamnya diajak rapat agar kita bisa memberikan saran maupun pendapat”tegas Suparto.

Dijelaskan Suparto untuk efektinya dalam melatih peserta minimal dua minggu sebelum hari H sehingga ada waktu untuk peserta istirahat namun bila tiga hari ditakutkan peserta nantinya bila dipaksakan terjadi hal hal yang tidak diinginkan dan pelatih nantinya disalahkan.

“Tanggungjawabnya sebagai pelatih ini luar biasa, bukannya kita tidak mampu untuk menjadikan para peserta ini dalam tiga hari akan tetapi sanggup tidak peserta nantinya bila dipaksanakan maka remuk pesertanya, sedangkan latihan berminggu minggu saja waktunya sudah banyak yang pingsan apalagi dipres tiga hari”ungkap Suparto.

(Tri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *