DPRD Gunung MasGunung Mas

Sinode Umum XXIV GKE Kembali Ditunda

”Dengan pengunduran sinode umum XXIV GKE 2021 ini, dapat dimanfaatkan oleh panitia untuk mematangkan persiapan,” ucap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas Arit S Bajau, Senin (3/5/2021).

GERAKKALTENG.com – KUALA KURUN – Pelaksanaan Sinode Umum XXIV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) 2021 kembali diundur. Sebelumnya direncanakan pada 28 April-1 Mei, terpaksa diundur lagi menjadi 6-9 Juli 2021. Pengunduran ini dilakukan karena kasus positif Covid-19 di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) masih bertambah.

”Dengan pengunduran sinode umum XXIV GKE 2021 ini, dapat dimanfaatkan oleh panitia untuk mematangkan persiapan,” ucap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas Arit S Bajau, Senin (3/5/2021).

Politikus Partai Beringin Karya (Berkarya) ini mengatakan, pelaksanaan sinode umum XXIV GKE harus terus dipersiapkan dengan matang, mengingat digelar ditengah pandemi Covid-19. Terlebih, ada permohonan penambahan jumlah kuota peserta, dari yang awalnya sekitar 120 orang di luar panitia menjadi 275-377 orang.

”Melihat jumlah usulan penambahan kuota peserta, panitia harus benar-benar mematangkan persiapan, khususnya dari sisi penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Kita semua tentu tidak menginginkan pelaksanaan Sinode Umum XXIV GKE malah menyebabkan munculnya klaster baru Covid-19,” ujar Arit.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) I mencakup Kecamatan Kurun, Mihing Raya, dan Sepang ini mengakui, yang tidak kalah pentingnya yakni masyarakat juga harus selalu mendukung pelaksanaan Sinode Umum XXIV GKE. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan prokes Covid-19.

”Dengan adanya sikap kedisiplinan dari seluruh masyarakat dalam menerapkan prokes pencegahan Covid-19, maka kami berharap menjelang pelaksanaan Sinode Umum XXIV GKE, status Kabupaten Gumas akan kembali menjadi zona hijau,” tuturnya.

Sementara itu, Bendahara Panitia Sinode Umum XXIV GKE 2021 Hardeman menuturkan, pengunduran ini merupakan yang kesekian kalinya. Selain karena Covid-19, penundaan dilakukan karena Ketua Umum Majelis Sinode GKE Pdt Wardinan S Lidim sedang sakit dan tengah berobat.

”Berdasarkan aturan tata gereja, pelaksanaan sinode umum harus dihadiri oleh ketua umum. Kami juga berharap agar Ketua Umum Majelis Sinode GKE dapat kembali pulih dan sehat,” tukasnya. (yog/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *