DPRD Katingan

Imbau Polemik Kadisporbudpar vs Nanang Suriansyah Terselesaikan

"Kami dari fraksi partai Golkar DPRD Kabupaten Katingan sangat menyayangkan dan sekaligus menyampaikan rasa keprihatinan atas kejadian tersebut yang selayaknya tidak patut dan pantas dilakukan oleh seorang kepala dinas tertentu dihadapan khalayak umum (publik)," tegas anggota DPRD Katingan, Dahlian, yang saat itu sebagai juru bicara pendapat akhir fraksi pada rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III tahun sidang 2022, Selasa 2 Agustus 2022.

FOTO : Juru bicara Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Katingan, Dahlia saat menyampaikan pendapat akhir fraksi, pada rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III tahun sidang 2022, Selasa 2 Agustus 2022.

GERAKKALTENG.com – KASONGAN – Menyoroti terkait adanya polemik antara Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata (Kadisporbudpar) Kabupaten Katingan dengan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan.

Sehingga polemik kedua pejabat tersebut menjadi isu publik saat ini. Bahkan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan yang notabene adalah ketua DPD partai Golkar Kabupaten Katingan.

“Kami dari fraksi partai Golkar DPRD Kabupaten Katingan sangat menyayangkan dan sekaligus menyampaikan rasa keprihatinan atas kejadian tersebut yang selayaknya tidak patut dan pantas dilakukan oleh seorang kepala dinas tertentu dihadapan khalayak umum (publik),” tegas anggota DPRD Katingan, Dahlia yang saat itu sebagai juru bicara pendapat akhir fraksi pada rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III tahun sidang 2022, Selasa 2 Agustus 2022.

Dirinya juga berharap agar masing-masing lembaga Eksekutif dan Legislatif saling memahami terkait tugas dan fungsinya masing-masing dan tidak perlu alergi terhadap berbagai koreksi, kritik dan saran yang diberikan anggota DPRD dalam menjalankan tugas pengawasannya sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan, sehingga peristiwa seperti ini tidak lagi terulang dikemudian hari.

“Kemudian fraksi partai Golkar DPRD Kabupaten Katingan mendorong agar kedua belah pihak bisa saling meminta maaf dan memaafkan. Sehingga permasalahan ini bisa diselesaikan secara kelembagaan adat yang penuh dengan rasa kekeluargaan,” pungkasnya. (Bak/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *