Palangka RayaSlider

Polda Kalteng Reka Cipta Motor Modifikasi Tangani Karhutla

Kapolda Kalteng Brigjend Pol Anang Revandoko
Palangka Raya , GK – Mengantisipasi dan menangani kebakaran hutan dan lahan, menuntut terobosan dan berpikir di luar kotak  oleh  para pelaksananya. Di Kalimantan Tengah, sempitnya jalan dan akses untuk menuju titik kebarakan membuat pihak terkait harus memutar otak menelurkan gagasan  kreatif. Salah satunya dengan cara memodifikasi sepeda motor roda dua untuk dijadikan alat penyedot dan pemompa air sekaligus menyemprotkannya ke sumber api. Inovasi sepeda motor modifikasi ini mampu memecahkan masalah pemadaman kebakaran yang butuh penanganan sesegera mungkin dengan memanfaatkan celah masuk peralatan yang terbatas .

Kepada gerakkalteng.com, Kapolda Kalimantan Tengah Brigjendpol Anang Revandoko melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat atau Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Pambudi Rahayu,Selasa  (29/08) menjelaskan, gagasan ini muncul karena tidak semua kendaraan dan mobil dapat masuk di perkampungan dan kawasan padat biasanya memiliki  akses jalan sempit. Kapolda Kalimantan Tengah, kemudian mencetuskan ide pemanfaatan sepeda motor yang lincah masuk ke gang dan jalan sempit . Sepeda motor kemudian dimodifikasi sebagai alat penyemprot dan penyedot air.

“Caranya dengan menambah sedikit peralatan pada kumparan mesin sebelah kiri sepeda motor. Pada mesin tersebut ditambahkan alat berbentuk rumah keong untuk menyedot air dari bawah dan meluncurkannya ke atas”, terangnya.

 Dengan  mengandalkan magnet dari mesin sepeda motor yang didukung alat penyedot air  berbentuk rumah keong  rancangan ini bisa dioperasikan. Dengan modifikasi sederhana ini, semakin motor dipacu, maka kumparan akan semakin cepat bekerja dan  airnya keluar semakin deras .

“Sepeda motor butut pun bisa dibuat seperti ini. Baik motor bebek atau jenis laki laki semua bisa , mudah dan sederhana, tak perlu ahli atau teknisi khusus”, jelasnya.

Ditambahkan perwira berpangkat melati dua  ini,
Kapolda Kalteng Brigjendpol Anang Revandoko juga meminta modifikasi sepeda motor ini  dikembangkan oleh setiap Polres di Palangka Raya. Diharapkan setiap Unit Polres memiliki setidaknya 10 modifikasi sepeda motor ini untuk dioptimalkan. Dalam demonstrasi dan uji cobanya, ide motor modifikasi ini juga menyertakan  seluruh mantir dan tetua adat, damang, dan Ketua DAD di seluruh kabupaten Kota di Kalimantan Tengah. Diharapkan organisasi adat di Kalteng ini dapat mengembangkannya atau menyarankan inovasi tersebut kepada kepala daerah masing masing. (Sogi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *