Kotawaringin Timur

Warga Harapkan Jembatan Seranau Terwujud

Angkutan sungai menjadi pilihan warga Seranau, baik anak sekolah, pekerja dan warga lainnya yang akan berangkat ke Kota Sampit, Rabu (23/1).

SAMPIT,GERAKKALTENG.COM– Kemajuan desa, keca¬matan, kota, bahkan negara pasti memerlukan pembangunan in¬frastruktur yang memadai. Salah satunya adalah jalan dan jembatan. Terlebih lagi daerah tersebut terpen¬cil dan terisolasi yang harus menjadi perhatian pemerintah.
Tentunya membangun jalan dan jembatan tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di¬perlukan koordinasi dan sinergitas semua pihak, baik pemerintah dae¬rah, provinsi bahkan pusat. Apalagi pembangunan menelan anggaran yang sangat banyak. Tentunya de¬ngan koordinasi dan kerjasama semua program akan terwujud.
Masih banyak daerah yang tidak tersentuh pembangunan, baik itu sarana dan prasarana yang menun¬jang kemajuan. Banyak faktor yang mempengaruhi permasalahan tersebut. Diantaranya kurangnya sumber dana, sumber daya manusia dan juga masih kurangnya komu¬nikasi intensif. Jika semua instansi pemerintah vertikal sampai pada tingkat bawah yakni RT dapat ber¬sinergi, tentunya apa yang diharap¬kan dapat terlaksana.
Salah satu contoh kecamatan yang ada di seberang Kota Sampit. Yakni Kecamatan Seranau atau disebut Mentaya Seberang. Saat ini, warga yang ingin menyeberang ke Kota Sampit setiap hari menggunak¬an taksi sungai. Yakni perahu besar untuk mengangkut penumpang, baik anak sekolah, kuliah, pekerja, pegawai dan sebagainya.
Kegiatan ini sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun yang lalu. Masyarakat Seranau sangat mend¬ambakan pembangunan jembatan penghubung antara Seranau dan Kota Sampit.
Keluhan warga ternyata ditang¬gapi Pemkab Kotim. Bahkan Bupati Supian Hadi akan memperjuangkan harapan warganya itu. Supian hadi berkomitmen akan menganggarkan dana sekitar Rp10 miliar, dan akan berkoordinasi dengan Pemprov Kalteng juga pemerintah pusat terkait rencana membangunan jembatan tersebut.
Menurut bupati, keluhan warga tersebut menjadi tanggung jawab dirinya, sehingga harus diperjuang¬kan. “Saya sudah mengalokasikan anggaran 10 miliar rupiah dulu. Sisanya akan dilakukan pada tahun anggaran selanjutnya dan jembatan ini harus ditindaklanjuti. Siapa pun bupatinya nanti harus memper¬juangkannya. Karena pondasi awal¬nya sudah dilaksanakan. Harus ada komitmen dan dukungan semua pihak dalam mewujudkan keluhan dan harapan warga ini,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.
Bupati mengakui, daerah ini ma¬sih terisolasi, khususnya Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut. Dengan adanya jembatan baru nanti, banyak dampak yang akan terjadi. Salah satunya peningkatan ekonomi warga dan juga pendapatan daerah. “Saya mengharapkan kerjasama dan dukungan warga jika dalam penger¬jaan nantinya akan dilaksanakan, jangan sampai tidak ada dukungan untuk kemajuan daerah kita ini. Apa yang dilakukan oleh Pemkab Kotim ini semata-mata untuk memberikan kemajuan bagi Bumi Habaring Hur¬ung,” jelasnya.
Pengerjaan proyek ini dilakukan secara bertahap, dan tidak akan se¬lesai di masa kepemimpinan Supian Hadi- Taufik Mukri. Bupati berpesan kepada siapa saja yang akan menjadi bupati Kotim nantinya untuk men¬jadikan agenda prioritas terkait jem¬batan itu. Apalagi Kota Sampit akan dijadikan daerah wisata. “Dengan dibangunnya jembatan itu nantinya akan mempercantik Kota Mentaya depannya,” ungkapnya. (tbu/ist)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!