DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Pastikan Proses Belajar Mengajar Tetap Berbasis Daring

"Pada 13 Juli 2020 nanti libur sekolah sudah selesai. Sehingga proses belajar akan kembali dibuka. Kalau pandemi Covid-19 masih berlangsung, maka proses belajar mengajar dilakukan dengan jarak jauh menggunakan sistem online,” kata Suparmadi, Kamis (25/6/2020).

Gerakkalteng.com – SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur Suparmadi mengaku aktivitas belajar mengajar mulai aktif kembali pada 13 Juli 2020 mendatang. Apabila pandemi Covid-19 masih berlangsung, maka proses belajar mengajar tetap dilakukan dengan sistem online.

“Pada 13 Juli 2020 nanti libur sekolah sudah selesai. Sehingga proses belajar akan kembali dibuka. Kalau pandemi Covid-19 masih berlangsung, maka proses belajar mengajar dilakukan dengan jarak jauh menggunakan sistem online,” kata Suparmadi, Kamis (25/6/2020).

Menurut dia, Disdik Kotim sudah mengeluarkan surat edaran terkait hal itu. Dalam edaran itu juga menjelaskan bahwa libur semester seluruh sekolah dilaksanakan sejak 29 Juni 2020 hingga 11 Juli 2020. Sehingga setelah itu, pembelajaran kembali dilanjutkan.

Hal tersebut sudah berdasarkan dan sesuai kalender pendidikan tahun ajaran 2020/2021. Dia mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan sekolah kembali aktif belajar di sekolah, dan bukan di rumah lagi. Karena saat ini, masih dalam situasi pandemic Covid-19.

“Kapan bisa kembali belajar di kelas, saya tidak bisa pastikan. Namun yang pasti kalau sudah zona hijau Covid-19, maka diperbolehkan belajar di kelas,” ungkapnya.

Suparmadi berharap, masyarakat terus berdoa agar pandemi ini segera berakhir. Sehingga kehidupan dan aktivitas masyarakat kembali normal seperti biasa serta proses belajar mengajar juga tidak terganggu lagi.

Sekarang ini, menurut dia, Disdik Kotim tengah menyiapkan konsep tentang metode pembelajaran baru yang harus dijalankan pihak sekolah saat new normal diberlakukan di Kotawaringin Timur. Meskipun tidak senormal belajar sebelum mewabahnya Covid-19, namun metode yang saat ini sedang disusun diharapkan mampu menjalankan kegiatan proses belajar mengajar secara langsung di sekolah. (drm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *