Barito TimurHEADLINE

Hasil Panen Padi di Patangkep Tutui Cukup Menjanjikan

"Tahun 2022 ini hasil panen padi sawah di Desa Ramania Kecamatan Patangkep Tutui cukup bagus, ini dapat dibuktikan dengan hasil pengubinan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, Penyuluh Pertanian dan didampingi oleh para petani serta Unsur Muspika Patangkep Tutui," ungkap Trikorianto, Kamis (19/5/2022). 

Foto : Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur, Trikorianto didampingi oleh unsur Muspika Kecamatan Patangkep Tutui saat melakukan panen dan pengubinan padi sawah milik Kelompok Tani di Desa Ramania Kecamatan Patangkep Tutui. 

GERAKKALTENG.com – Tamiang Layang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur melakukan panen padi di lahan sawah Kelompok Tani di Desa Ramania Kecamatan Patangkep Tutui. Selanjutnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur juga melakukan pengubinan.

“Tahun 2022 ini hasil panen padi sawah di Desa Ramania Kecamatan Patangkep Tutui cukup bagus, ini dapat dibuktikan dengan hasil pengubinan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, Penyuluh Pertanian dan didampingi oleh para petani serta Unsur Muspika Patangkep Tutui,” ungkap Trikorianto, Kamis (19/5/2022).

Disampaikan Trikorianto, hasil ubinan dengan luas mencapai 2,5 meter persegi (sebagai sampel) diperoleh hasil padi seberat 4 kg. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat hasil kurang lebih 6,4 ton per hektare.

“Hasil panen padi cukup baik di wilayah Kecamatan Patangkep Tutui ini, tak lepas dari pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh para penyuluh Pertanian di lapangan. Ia pun juga bangga dengan para ujung tombak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur ini yang terus tanpa henti melakukan pendampingan kepada petani di Gumi Jari Janang Kalalawah,” ujarnya.

Adapun manfaat Pengubinan, yaitu para petani bisa mengetahui perkiraan potensi hasil dari tanaman padi petani. Hal ini bermanfaat agar petani tidak diperdaya oleh sistem jual ijon (borong) yang hanya memperkirakan harga peluasan lahan yang ada.

Kegiatan ini juga bisa menjadi sarana bagi penyuluh Pertanian dalam membuka wawasan pola pikir petani tentang teknologi pertanian, karena pengubinan juga menerapkan metode dan teknik-teknik yang membutuhkan pembelajaran terlebih dahulu.

Pengubinan juga menjadi tolak ukur keberhasilan dalam melakukan usaha tani. Peningkatan hasil ubinan menunjukkan adanya dampak penerapan teknologi yang telah dilaksanakan.

Berdasarkan hasil tersebut dapat dilakukan evaluasi bersama untuk perbaikan usaha Tani yang akan datang. (ags/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *