DPRD Gunung MasGunung MasHeadline

Ini Tujuan DPRD Banjarbaru Kaji Banding ke Gunung Mas

"Kenapa memilih di sini, sebab Gunung Mas memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Potensi ini tidak dimiliki Banjarbaru, sehingga kami tertarik datang ke sini untuk belajar dan sharing informasi," ungkapnya.

FOTO : Jajaran Pansus RPIK DPRD Kota Banjarbaru saat melaksanakan kaji banding bersama anggota DPRD Gunung Mas di ruang rapat kantor dewan setempat, Rabu (23/7/2020).

gerakkalteng.com – KUALA KURUN – Sebanyak delapan orang anggota Pansus Rencana Pengembangan Industri Kabupaten (RPIK) DPRD Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan berkunjung ke DPRD Gunung Mas, Kamis (23/7/2020).

Kedatangan rombongan wakil rakyat itu disambut langsung Wakil Ketua DPRD Gunung Mas, Binartha bersama anggotanya Rayaniatie, Sekda Gunung Mas, Yansiterson dan jajaran SOPD terkait.

Usai pertemuan, Ketua Pansus RPIK Kota Banjarbaru 2020-2040, Ahmad Nur Irsan Finazli mengatakan bahwa tujuan utama kedatangan mereka, yaitu untuk kaji banding tentang penyusunan Raperda RPIK tahun 2019-2039 di Kabupaten Gunung Mas.

“Kenapa memilih di sini, sebab Gunung Mas memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Potensi ini tidak dimiliki Banjarbaru, sehingga kami tertarik datang ke sini untuk belajar dan sharing informasi,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa poin penting dalam pertemuan bersama jajaran DPRD dan Pemkab Gunung Mas saat itu. Seperti potensi terjalinnya kerja sama industri atau perdagangan ke depan.

“Dalam dunia perdagangan, pasar yang jelas itu merupakan suatu keharusan. Nah kami di Banjarbaru siap menampung, baik jagung hibrida, karet maupun hasil panen lainnya,” ujar Nur Irsan.

Wakil Ketua I DPRD Gunung Mas, Binartha menjelaskan bahwa ada banyak pertanyaan dan informasi berharga dalam pertemuan bersama jajaran wakil rakyat DPRD Kota Banjarbaru. Mulai pengembangan kawasan sentra ekonomi, potensi kekayaan sumber daya alam hingga perdagangan.

“Potensi alam kita sangat besar dan bisa dikembangkan menjadi kawasan perkebunan dan pertanian. Semoga dalam 10 tahun ke depan, pengembangan pembangunan di Gunung Mas semakin maju,” harapnya.

Salah satu produk yang cukup dominan di daerahnya, yakni hasil karet yang sejauh ini menjadi salah satu pemasok kebutuhan pabrik di Provinsi Kalimantan Selatan. Kini Gunung Mas juga sedang berupaya mengembangkan produksi jagung hibrida.

“Kopi juga mulai diteliti untuk kemudian dikembangkan di Gunung Mas. Memang potensi daerah kita sangat besar, hanya saja kurang digarap secara maksimal dan kurangnya sumber daya manusia yang terampil,” pungkasnya. (agg/hms)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *