DPRD Kotawaringin Timur

Perlu Normalisasi Drainase untuk Mengatasi Banjir

SAMPIT – Daerah Kota Sampit yang meliputi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang sering dilanda banjir saat terjadi hujan lebat dan beberapa jalan di dalam kota terendam air. Termasuk kawasan pemukiman juga rawan banjir di masing-masing kecamatan tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Khozaini meminta pemerintah daerah untuk melakukan normalisasi drainase dan anak sungai dengan melakukan pengerukan,
khususnya di sekitar permukiman warga yang berada dalam kota Sampit. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya banjir yang terus berulang seperti Minggu (4/9/2022).

“Kami minta untuk mencegah banjir terulang lagi seperti minggu kemarin, maka harus dilakukan normalisasi drainase dan anak sungai dengan melakukan pengerukan. Karena kita melihat beberapa jalan dan pemukiman warga terendam air akibat derasnya air hujan dan saluran air tidak lancar, dan ini harus menjadi perhatian pemerintah Kabupaten,” kata Khozaini, Rabu (7/9/2022).

Dirinya mengatakan banyak mendapat keluhan dan aspirasi masyarakat terkait kekhawatiran banjir kembali terjadi saat hujan deras melanda kota sampit. Untuk itu mereka meminta dilakukannya normalisasi drainase maupun anak sungai sehingga terjadi hujan lebat air cepat mengalir hingga ke Sungai Mentaya.

Politisi Partai Hanura ini juga mengatakan banjir yang sering terjadi diduga juga imbas tidak maksimalnya fungsi drainase dan dangkalnya anak sungai sehingga mengakibatkan air mengalir lambat dan sempat meluap merendam jalan dan permukiman warga.

“Kurang optimalnya saluran air dan anak sungai disebabkan pendangkalan dan tersumbat oleh lumpur maupun sampah. Untuk itu perlu dilakukan normalisasi fungsinya dengan cara pengerukan, setidaknya dampaknya tidak sampai parah” pungkasnya. (erk/bud)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *