HeadlineKalimantan TengahPalangka Raya

Ini Alasan PWI Kalteng Minta Para Jurnalis Jalani Rapid Test

Terkait status Walikota Palangka Raya, bapak Fairid Naparin SE yang diduga terkonfirmasi positif COVID-19, berdasarkan hasil pemeriksaan swab kedua menunjukkan reaktif positif COVID-19.

gerakkalteng.com – PALANGKA RAYA – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), HM Haris Sadikin menyikapi adanya kabar yang beredar, terkait status Walikota Palangka Raya, bapak Fairid Naparin SE yang diduga terkonfirmasi positif COVID-19, berdasarkan hasil pemeriksaan swab kedua menunjukkan reaktif positif COVID-19.

Dimana, kabar tersebut juga telah dibenarkan oleh Walikota Palangka Raya, bapak Fairid Naparin, sebagaimana adanya pemberitaan pada sejumlah media cetak, online dan elektronik sebelumnya.

Tanpa mengurangi niat baik, Haris meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, agar bisa segera mendata wartawan yang telah melakukan kontak, dalam 14 hari terakhir dengan Wali Kota.

Selanjutnya, melakukan rapid tes terhadap seluruh wartawan yang melakukam kontak langsung.

“Hal itu penting dilaksanakan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di kalangan jurnalis,” Ucapnya, Selasa (28/4/2020).

Lebih lanjut, Ia juga mendesak, Dinkes Kota Palangka Raya, segera melaksanakan Rapid Tes kepada wartawan yang kontak dengan Walikota, dalam kurun waktu 14 hari terakhir.

Menurut Haris, rapid tes penting dilaksanakan, mengingat aktitas wartawan cukup padat. Setelah melakukan kontak dengan wali kota, tentu wartawan berinteraksi dengan orang lain. Itu berpotensi dalam penyebaran covid-19. Karena itu, penting untuk segera diketahui kondisi kesehatan wartawan yang telah melakukan kontak dengan wali kota. Potensi penyebaran covid-19 semakin besar, mengingat jurnalis lebih banyak berinteraksi.

Dijelaskan Haris, PWI berencana mengirimkan surat secara resmi ke Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, untuk mendesak dilaksanakannya rapid tes untuk wartawan. Tidak hanya surat, PWI berencana menggandeng organisasi wartawan dan perusahaan media, untuk mengeluarkan pernyataan sikap bersama mendesak Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya segera melakukan rapid tes kepada wartawan.

“Saya sudah menjalin komunikasi dengan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalteng. Mudahan besok sudah kita keluarkan pernyataan sikap bersama. Kami juga mengundang organisasi lain bergabung, agar Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya lebih peka dan tanggap terhadap nasib wartawan,” tegas Haris.

Dinas Kesehatan Palangka Raya, kata Haris, jangan lambat bertindak. Karena bisa membahayakan warga lainnya. Wartawan aktivitasnya tinggi, dan memungkinkan berinteraksi dengan ratusan orang setiap harinya. Jangan menunggu berjatuhan korban, baru ada tindakan. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya harus peka, terhadap kondisi yang terjadi. (YS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *