Barito TimurHEADLINEHukum dan Kriminal

Cabuli Remaja 13 Tahun, Pemuda Bartim Ditangkap Polisi

"Ironisnya terduga pelaku adalah paman dari korban yang berprofesi sebagai tenaga honorer," sebutnya.

FOTO : Tersangka TW terpaksa mendekam di sel tahanan Polsek Dusun Tengah.

 

Gerakkalteng.com – Tamiang Layang – Seorang pria inisial TW yang berstatus sebagai honorer di Pemkab Barito Timur ditangkap atas dugaan tindak pidana asusila terhadap anak dibawah umur.

Kini pelaku sudah ditahan di Polsek Dusun Tengah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

Kapolres Barito Timur AKBP Afandi Eka Putra, saat dikonfirmasi Rabu (25/8/2021) melalui Kapolsek Dusun Tengah, Iptu Nurheriyanto Hidayat membenarkan bahwa telah tejadi tindak pidana asusila berupa pencabulan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Dusun Tengah, dan terduga pelaku telah diamankan.

“Ironisnya terduga pelaku adalah paman dari korban yang berprofesi sebagai tenaga honorer,” sebutnya.

Adapun kronologis dari pengungkapan kasus asusila tersebut berawal, dari piket SPKT Polsek Dusun Tengah, menerima laporan dari seorang perempuan yang tidak lain ibu korban, melaporkan bahwa telah tejadi pelecehan seksual tehadap anaknya yang berumur 13 tahun.

Berdasarkan keterangan dari pelapor selaku orang tua korban, pada saat pelapor yang baru saja pulang dari kebun dan saat pelapor tiba di rumah langsung didatangi oleh korban kemudian langsung memeluk pelapor dan berkata.

“Mah bajuku robek gara-gara om,” terang pelapor.

Atas laporan tersebut, piket SPKT Polsek Dusun Tengah membawa korban ke UPTD Puskesmas Ampah untuk dilakukan Visum Et Revertum (VER). Selanjutnya setelah mengantongi identitas terduga pelaku, anggota Polsek Dusun Tengah langsung bergerak cepat guna mengamankan pelaku dikediamannya yang berada tidak jauh dari rumah pelapor.

Team yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Aipda Yotry.F.H dan beberapa anggota berhasil mengamankan terlapor dirumahnya dan tanpa perlawanan, kemudian mengamankan terlapor ke mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini terduga pelaku sudah kita amankan dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan kepadanya disangkakan adalah.

Sedangkan pelaku saat ini di amankan dan di jerat. Pasal 81 Ayat (3) Jo Pasal 76D dan Pasal 82 Ayat (2) Jo Pasal 76E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan anak menjadi UU Jo UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak.

“Dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (ags)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *