DPRD Kota Palangka Raya

Generasi Muda Jadi Pelopor Inovasi dan Penjaga Budaya Lokal

Foto : Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi

GERAKKALTENG.com – Palangka Raya – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengajak generasi muda untuk berperan aktif sebagai motor penggerak kemajuan daerah melalui inovasi sekaligus pelestarian budaya lokal.

Menurutnya, kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kekuatan karakter dan identitas budayanya, Rabu (12/11/2025).

Ia menyampaikan, generasi muda saat ini memiliki potensi besar dalam membawa perubahan. Dengan kreativitas dan semangat yang tinggi, mereka mampu menjadi agen pembaruan yang membawa Palangka Raya menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing.

“Anak muda adalah energi pembangunan. Mereka harus berani berinovasi, tetapi tetap menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri daerah,” katanya.

Lebih jauh Subandi menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan pelestarian tradisi lokal. Menurutnya, modernisasi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan akar budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Kalimantan Tengah.

“Budaya adalah identitas kita. Kalau kita ingin maju, kita harus melangkah ke depan tanpa melupakan asal-usul dan nilai-nilai kearifan lokal,” tegasnya.

Subandi juga mengapresiasi berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan yang selama ini aktif mengangkat nilai-nilai budaya lokal melalui kegiatan kreatif seperti seni, musik, tari, dan kerajinan tradisional.

“Langkah-langkah ini sangat positif karena mampu menghidupkan kembali semangat cinta budaya di kalangan generasi muda,” tuturnya.

Selain itu Subandi menilai pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda yang berbudaya. Sekolah dan perguruan tinggi, menurutnya, dapat menjadi ruang tumbuhnya kesadaran untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah.

“Melalui pendidikan, kita bisa menanamkan nilai-nilai kearifan lokal dan mengajarkan bagaimana mengintegrasikan budaya dengan inovasi,” jelasnya.

Subandi juga mengingatkan bahwa di era digital seperti sekarang, pelestarian budaya bisa dilakukan dengan cara yang lebih kreatif, misalnya melalui media sosial, konten digital, atau platform daring lainnya.

“Kalau dulu budaya hanya bisa ditampilkan di panggung, sekarang bisa disebarluaskan ke dunia melalui teknologi. Ini peluang besar bagi anak muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah juga dibutuhkan agar para pemuda memiliki ruang berekspresi dan berkreasi tanpa kehilangan arah. Program pemberdayaan dan pelatihan bisa menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan potensi.

“Pemerintah daerah harus hadir dengan kebijakan yang mendorong kreativitas dan mendukung inovasi berbasis budaya,” tegasnya.

Lebiih dari itu Subandi berharap agar semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi nilai utama budaya lokal tetap dijaga di tengah arus modernisasi.

“Gotong royong adalah roh masyarakat kita. Ini harus terus dipertahankan karena menjadi fondasi dalam membangun kota yang harmonis dan maju,” lugasnya.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD akan terus mendukung program-program yang berorientasi pada pemberdayaan generasi muda dan pengembangan kebudayaan daerah.

“Anak muda adalah masa depan Palangka Raya. Dengan inovasi dan semangat mereka, kita bisa menjaga warisan budaya sekaligus membuka jalan bagi kemajuan,” pungkas Subandi.(Vd/*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!