Gunung Mas

Pemkab Gumas Sosialisasikan Dampak Merkuri

KUALA KURUN – Merkuri atau air raksa adalah unsur kimia dengan simbol Hg yang merupakan logam berat yang sangat berbahaya untuk manusia dan lingkungan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Kesehatan setempat melakukan sosialisasi dampak penggunaan merkuri.

Kepala Dinkes Gumas Arnold mewakili Bupati mengatakan, isu mengenai merkuri di Indonesia ini telah menjadi perhatian sejak beberapa tahun terakhir. Salah satunya yakni pengunaan merkuri oleh para penambang emas skala kecil (Pesk) diberbagai daerah yang dilakukan tanpa aturan sehingga menimbulkan efek dan gangguan kesehatan serta lingkungan.

“Mengenai isu merkuri mendorong pemerintah untuk berbagai upaya terkait pengelolaan merkuri dalam rangka meminimalisir, dampak negatif yang disebabkan merkuri bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Upaya yang dilakukan yakni penertinan Pesk yang menggunakan merkuri,” ucap Arnold, Rabu (30/11/2022).

Lalu katanya, berdasarkan PP No21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri, yang mana itu merupakan zat berbahaya yang berproduksi, peredaran, maupun pengunaannya, sudah dilarang untuk seluruh industri termasuk dalam penambangan atau Pesk.

“Salah satu aspek penting dalam pengendalian merkuri di sektor Pesk ialah dengan meningkatkan kesadaran dikalangan pemangku kepentingan Pesk, misalnya para pekerja tambang, pihak keluarga, aparat desa, dan para pemilik modal,” ujarnya.

Maka dengan dilakukannya sosialisasi ini, jelasnya agar para pemangku kebijakan di sektor Pesk dapat  memahami dan sadar mengenai bahaya dari pengunaan merkuri bagi kesehatan masyarakat, serta lingkungan. Mengingat kerugiannya sangat banyak ditimbulkan dari praktik pengunaan dari bahan kimia ini.

“Peningkatan kesadaran ini sangat perlu supaya meningkatkan kesadaran sehingga para pemangku usaha untuk tidak berpaling mengunakan merkuri dan mau beralih mengunakan teknik-tekni pengolaan emas yang bersih,” pungkas dia. (san/bud)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *