DPRD Kota Palangka Raya

Perlu Fogging Berkelanjutan di Zona Merah DBD

Foto: Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi

GERAKKALTENG.com – Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi mengapresiasi  Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melalui UPTD Puskesmas Bukit Hindu yang melakukan fogging (pengasapan) sebagai tindak lanjut penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di kawasan Mendawai, Kelurahan Palangka. kota Palangka Raya

Menurut Hasan, tindakan fogging yang dilakukan pemerintah daerah merupakan langkah tepat untuk menekan penyebaran DBD. Terlebih wilayah Mendawai hampir setiap tahun masuk dalam kategori zona merah.

“Apresiasi respon cepat Dinas Kesehatan dan Puskesmas Bukit Hindu. Fogging ini penting sebagai upaya pengendalian vektor, terutama di daerah yang sudah berulang kali terjadi kasus DBD,” kata Hasan Busyairi, Minggu (1/2/2026).

Terlepas dari itu lanjut Hasan, fogging tidak boleh menjadi satu-satunya solusi. Ia menilai, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Fogging sifatnya sementara. Yang paling penting adalah kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, melakukan 3M Plus, dan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah kota terus mengintensifkan penyuluhan kesehatan, khususnya di wilayah rawan DBD serta memperkuat peran RT, RW, dan kader kesehatan dalam pengawasan lingkungan.

“Kami mendukung program pencegahan DBD, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran, demi melindungi kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Hasan turut mengimbau warga agar tidak menyepelekan gejala awal DBD seperti demam tinggi, pusing, dan nyeri badan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Deteksi dini sangat penting, agar tidak terjadi komplikasi yang membahayakan. Jangan menunggu parah baru berobat,” pungkasnya. (*/Pem)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!