DPRD Kalimantan Tengah
Perlu Mitigasi Kesehatan Hadapi Cuaca Buruk

Foto : Tomy Irawan Diran
GERAKKALTENG.com – Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan Diran, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi fenomena cuaca yang tidak menentu di wilayah Kalteng.
“Fenomena peralihan cuaca yang drastis panas terik kemudian tiba-tiba diikuti hujan lebat, maka dapat membawa risiko signifikan terhadap kesehatan dan keamanan lingkungan,” ungkapnya, Senin (2/2/2026).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyoroti penurunan imunitas masyarakat akibat cuaca ekstrem. Ia menekankan pentingnya langkah preventif untuk dijalankan. Masyarakat jelasnya, harus mewaspada ancaman berbagai penyakit. Seperti risiko flu dan demam meningkat tajam saat cuaca tidak menentu.
Menurutnya, pola hidup sehat juga harus bisa dijalankan masyarakat. Terutama disiplin mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kecukupan hidrasi atau supan air putih.
“Disarankan kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas saat cuaca buruk, guna menghindari paparan udara dingin dan hujan,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret lanjut Tomy, khususnya mencegah dampak buruk cuaca buruk di lingkungan pemukiman, maka masyarakat perlu melakukan pembersihan drainase, menggiatkan pembersihan saluran air dan selokan secara mandiri, maupun gotong royong. Drainase yang lancar akan menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, dan sumber penyakit.
Sementara terkait potensi bencana banjir yang kerap terjadi menyusul cuaca ekstrem menurut Tomy, harus menitikberatkan pada tiga poin utama bagi pemangku kepentingan dan masyarakat.
”Dibutuhkan semangat gotong royong antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk saling bahu-membahu menghadapi potensi banjir,” ujarnya.
Disisi lain mitigasi jangka panjang penting dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda), sebagai langkah konkret dan strategis agar bencana banjir tidak menjadi agenda rutin tahunan.
“Terutama kewaspadaan masyarakat di wilayah hilir, untuk siaga terhadap banjir kiriman dari wilayah hulu ketika curah hujan di bagian atas meningkat drastis. Masyarakat terus diimbau memantau prakiraan cuaca resmi untuk langkah antisipasi dini,” pungkas Tomy. (*/Pem)



