DPRD Kota Palangka RayaPalangka Raya

DPRD Kota Dorong Pengembangan Sektor Pertanian di Palangka Raya

Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Heri Purwanto.

PALANGKA RAYA,Gerakkalteng.com- Dalam rangka memastikan terjaganya ketahanan pangan di wilayah Kota Palangka Raya, pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DDKPP), fokus terhadap Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Hal ini, sejalan dengan amanat Dirjen Tanaman Pangan, dimana program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Palangka Raya.

Seperti yang disampaikan oleh anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Heri Purwanto yang mengatakan, pengembangan komoditas tanaman Padi, Jagung dan Kedelai (PPajale, serta Bawang Merahdan Cabe (Babe), saat ini sudah sangat tepat untuk dikembangkan.

Dengan disiapkannya sejumlah lahan berjenis padi rawa, dengan luas mencapai sekitar 70 Ha, pada Kecamatan Sebangau dan Kecamatan Pahandut, akan mampu mengolah juga menyokong kebutuhan warga lokal.

“Padi merupakan kebutuhan pokok utama, bagi masyarakat, begitu pula dengan tanaman lainnya, seperti halnya jagung, dimana akan ada rencana pengembangan dengan menyediakan lahan seluas 30 Ha pada wilayah Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Rakumpit.”

“Kemudian, pengembangan komoditas kedelai. Namun, itu masih dipersiapkan, untuk menambah kebutuhan masyarakat, sehingga harapannya dapat mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah luar,” jelasnya.

Politikus Partai Hanura ini juga menambahkan, sementara untuk komoditas bawang merah dan cabe, akan dikembangkan di masing-masing kecamatan. Dengan demikian, pintanya agar pemerintah Kota Palangka Raya, dapat terus melakukan pembinaan, pemberdayaan dan pendampingan kepada para petani, agar maksud dan tujuan tersebut, dapat tercapai secara maksimal.

“Dan, seperti yang kita ketahui, pada beberapa waktu lalu, para petani pernah membudidayakan bawang merah, namun masih belum berhasil. Hal ini, kiranya untuk dijadikan pengalaman, yang dapat dievaluasi untuk dikoordinasikan, dengan berbagai stakeholder, agar komoditas tersebut dapat tumbuh dan berkembang,” tutup Purwanto.(YS).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *