Barito SelatanDPRD Barito SelatanHeadlineKalimantan Tengah

Enam Warga Buntok Diduga Positif Korona

"Meskipun demikian, keenam orang tersebut masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," ucap Zainah.

Jemput : Petugas medis RSUD Jaraga Sasameh Buntok, saat menjemput seseorang yang diduga positif COVID-19, di Barsel, Rabu (7/4/2020).

gerakkalteng.com – BUNTOK – Enam orang yang diketahui menghadiri kegiatan Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan asal Kabupaten Barito Selatan, berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bersama dengan beberapa UPTD Puskesmas terindikasi positif Corona Virus Disease 19 (COVID-19).

Disampaikan oleh Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit pada Dinkes Barsel Zainah Rusiana, bahwa dari enam orang yang terindikasi positif tersebut, tiga diantaranya sudah dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, dan tiga orang lainnya sedang dirawat diruang isolasi RSUD Jaraga Sasameh Buntok.

Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan penanganan lanjutan kepada keenam orang yang terindikasi terpapar COVID-19 tersebut.

“Meskipun demikian, keenam orang tersebut masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” ucap Zainah.

Dilanjutkan oleh wanita yang juga bagian Call Center COVID-19 kabupaten berjuluk Bumi Batuah tersebut bahwa hasil rapid test belum tentu sepenuhnya benar-benar positif, sebab keakuratan status positif hanya bisa diperoleh berdasarkan hasil dari uji laboratorium.

Pasalnya, rapid test hanya dilakukan untuk menapis, dan jika hasil rapid testnya positif, maka yang bersangkutan perlu dilakukan isolasi untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan kembali dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan swab tenggorokan untuk menentukan apakah negatif atau positif tertular COVID-19.

“Sebab negatif palsu dan positif palsu hasil rapid test cukup tinggi, dan jangan heran kemudian jika ada orang yang positif menurut rapid test, tetapi negatif berdasarkan hasil pemeriksaan PCR, demikian juga sebaliknya,” jelasnya.

Diungkapkan Zainah, rapid test tersebut dilaksanakan pihaknya bersama UPTD Puskesmas terhadap 39 orang, yakni terdiri dari 30 orang masuk dalam daftar cluster Gowa, sedangkan sembilan orang lainnya berangkat sendiri, atau ikut rombongan lain menghadiri kegiatan Ijtima Ulama se-Asia tersebut.

“Keenam orang yang terindikasi terpapar COVID-19 tersebut ada dari daftar cluster Gowa dan ada juga yang berangkat sendiri atau ikut rombongan lain,” jelasnya.

Sedangkan bagi mereka yang hasil rapid testnya negatif, tetap diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya masing-masing, selama 14 hari kedepan sembari perkembangannya terus dipantau oleh pihak Dinkes dan RSJS.

“Bagi mereka yang lain, yang juga turut ikut pergi ke Gowa kemaren itu, kita minta supaya koorperatif segera melaporkan dirinya masing-masing kepada petugas kesehatan di faslitas-fasiltas kesehatan yang ada,” imbaunya.(petu)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *