Barito SelatanDPRD Barito Selatan

DPUPR Lakukan Uji Geolistrik di Jalan Barito Raya

"Dengan adanya hasil pengujian ini, nantinya kita bisa tahu tindakan apa saja yang akan kita lakukan kedepannya, untuk memperbaiki dan merawat jalan yang merupakan aset daerah ini, supaya tetap fungsional," jelas Taufik.

Uji Geolistrik : Guna memastikan penyebab longsornya Jalan Barito Raya, DPUPR Barsel gandeng ahli dari Dinas ESDM Kalteng untuk melakukan uji geolistrik, Rabu (16/9/2020).

Gerakkalteng.com – BUNTOK – Untuk memastikan penyebab longsornya struktur tanah di Jalan Barito Raya, Kota Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat melaksanakan pengujian geolistrik, Rabu (16/9/2020).

Diterangkan oleh Kepala DPUPR Barsel, Ita Minarni melalui Kabid Bina Marga M. Taufik, uji Geolistrik ini dilakukan untuk mengidentifikasi litologi dan menentukan letak serta kedalaman lapisan tanah (struktur pembentuk dan topografi fisik tanah) secara keseluruhan. Untuk mengetahui secara persis apa saja sendimen yang terkandung di bawah permukaan jalan.

Hasil uji geolistrik inilah yang nantinya digunakan sebagai dasar perencanaan perbaikan, perawatan dan lanjutan pekerjaan jalan dimaksud kedepannya.

“Dengan adanya hasil pengujian ini, nantinya kita bisa tahu tindakan apa saja yang akan kita lakukan kedepannya, untuk memperbaiki dan merawat jalan yang merupakan aset daerah ini, supaya tetap fungsional,” jelas Taufik.

Sebab, berdasarkan prakiraan pihaknya, keretakan jalan Barito Raya selama ini, disebabkan oleh kondisi terendam banjir berkali kali dan lapisan bawah dasar tanahnya yang labil.

Apalagi, pada masa pemeliharaan jalan tersebut di awal bulan Februari sampai Juli 2020, sudah diterjang beberapa kali oleh banjir yang memiliki arus cukup deras.

“Pada dasarnya, pekerjaan ini sudah sesuai dengan kontrak dan addendumnya,” tukasnya.

Sementara itu, Jamil selaku staf pelaksana penguji geolistik Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Tengah, menjelaskan bahwa secara umum, pengujian ini merupakan cara untuk mencari tahu sendimen apa saja yang membentuk setiap lapisan bawah dasaran tanah di tempat tersebut.

“Geolistrik ini kan untuk penghitungan, pendugaan bawah permukaan, lapisan-lapisan apa saja pembentuk strukturnya. Jadi nanti kita bisa tahu, ini lapisannya ini, misalnya lapisan sampai satu meter ini, lapisan dari satu meter ini dan seterusnya, sesuai dengan jangkauan alat kami,” jelasnya.

Lanjutnya, data yang sudah diperoleh itu yang nantinya akan diolah menggunakan komputer.

“Datanya kita olah dulu pakai komputer, nanti sekitar satu minggu sudah bisa di ketahui hasilnya,” tutur Jamil.

Dijelaskan Jamil lagi, struktur lapisan bawah dasar penyusun tanah, adalah salah satu faktor penentu stabilitas tanah itu sendiri.

“Bisa jadi karena ada endapan lumpur di bawah dasar permukaan, kemudian menyebabkan tanah di tempat tersebut mudah erosi bila terjadi banjir atau terkena aliran air,” katanya. (petu)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *