Kalimantan Tengah

Epidemiolog : Omicorn Membunuh Pasien Komorbid dan Belum Divaksin

FOTO : Ahli epidemiolog Kalteng, Rini Fortina, Selasa (23/02/2022)

GERAKKALTENG.com – Palangka Raya – Gelombang ketiga serangan virus mutasi baru omicorn saat ini sedang memuncak. Dari angka kematian yang ada , sebagian besar mereka yang meninggal akibat serangan omicorn disebabkan karena memiliki riwayat penyakit kronis dan menahun.

Kepada GERAKKALTENG.COM, ahli epidemiolog Kalteng, Rini Fortina, Selasa (23/02/2022) mengungkap , sebagian besar yang meninggal karena serangan omicron merupakan pasien dengan komorbid atau riwayat penyakit kronis yang menahun. Sebagian lainnya, adalah mereka yang meninggal karena belum menerima vaksinasi. Dua factor inilah, yang menurut epidemiolog sangat mendukung munculnya angka kematian akibat serangan omicron. Namun epidemiolog menyebut factor yang mendominasi adalah factor komorbid ditambah protokol covid 19 yang lalai dan kurang sehingga kandungan virus lebh besar dan mengahncurkan sistem pertahanan tubuh.
“ Pasein dengan komorbid dan belum divaksin sama sekali sangat rentang terserang omicorn ini”, jelasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Satgas Covid 19, Emi Abriyani , meminta masyarakat untuk mengikuti vaksin booster sebagai upaya untuk berjaga-jaga menghentikan serangan omicorn. Ia meminta masyarakat tidak meremehkan kondisi karena omicorn tetap saja membuat orang yang terinfeksi jatuh sakit.

Memang penyebaran omicorn ini perlu antisipasi dan langkah strategis untuk membendungnya. Semua pihak kini harus bersikap waspada dan tidak boleh terlena lalai atau bahkan abai terhadap protokol kesehatan. (AW/ST)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *