Barito TimurHEADLINE

Bupati Pimpin Rapat Teknis Penanggulangan Bencana Banjir

"Yakni Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Dinas Peternakan dan Perikanan untuk memperkuat mitigasi bencana," kata Ampera A.Y Mebas, Senin (6/6/2022). 

Foto : Bupati Barito Timur, Ampera A.Y Mebas.

GERAKKALTENG.com – Tamiang Layang – Bupati Barito Timur, Ampera A.Y Mebas memimpin rapat teknis penanggulangan bencana banjir. Pertemuan tersebut dilaksanakan diruang Rapat Bupati Barito Timur, Senin (6/6/2022).

Pertemuan ini membahas rapat koordinasi status tanggap darurat bencana, 30 Mei 2022 lalu.

Beberapa waktu lalu, Bupati Barito Timur, Ampera A.Y Mebas memberikan instruksi kepada tiga kepala organisasi perangkat daerah.

“Yakni Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Dinas Peternakan dan Perikanan untuk memperkuat mitigasi bencana,” kata Ampera A.Y Mebas, Senin (6/6/2022).

Dirinya meminta, Dinas PUPR Perkim Kabupaten Barito Timur untuk melakukan pengkajian dari segi infrastruktur untuk menangkal banjir seperti pengerukan sungai atau membangun infrastruktur yang bisa meminimalisir atau menangkal banjir.

Dikatakan Ampera A.Y Mebas, pembangunan pekerjaan infrastruktur penangkal maupun yang bisa meminimalisir banjir itu bisa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Barito Timur maupun mengusulkan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR.

Selain itu, Ampera A.Y Mebas menyebut, pekerjaan ini juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Barito Timur (BPBD) dalam pemetaan wilayah-wilayah yang sering terkena musibah banjir.

“Jadi ada perencanaan infrastruktur yang disiapkan dan dibangun untuk menekan sedemikian mungkin tidak terjadi banjir maupun meminimalisirnya,” kata orang nomor satu di Kabupaten Barito Timur ini.

Ia menjelaskan, banjir beberapa hari yang lalu berdampak pada produksi sektor pertanian seperti sawah, perikanan dan perternakan.

“Ini menjadi tugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Dinas Peternakan dan Perikanan setempat,” pinta bupati.

Diperlukan ada data konkret atas kerugian yang disebabkan bencana banjir seperti sawah yang terendam sehingga tidak panen. Demikian pula dengan peternak ikan bibit ikan atau ikan yang siap panen gagal akibat ikannya hanyut terbawa air banjir.

“Ternak lainnya juga perlu ada data berapa kerugian yang dialami masyarakat. Khusus untuk petani (sawah) bisa diantisipasi dengan asuransi pertanian. Ini harus dipikirkan instansi terkait,” ujar Bupati.

Bupati dua periode ini meminta, perkuatan mitigasi bencana saat musim kemarau dan menjadi perhatian semua instansi teknis yang membidangi pertanian, perkebunan, lingkungan hidup serta BPBD Barito Timur.

“Buat perencanaan dan petakan lokasi rawan bencana banjir, longsor maupun kebakaran hutan dan lahan untuk dibuat antisipasinya dalam meminimalisir kerugian daerah,” demikian. (ags/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *