Barito TimurDPRD Barito Timur

Pemerintah Larang Membuka Lahan dengan Sistim Bakar

"Tidak ada toleransi untuk pembakaran. Bila ada pertanyaan, bagaimana misalkan terjadi kelaparan akibat tidak bisa berladang ?, kita siapkan tanggap darurat kerawanan pangan," tegas Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas saat diwawancarai awak media, usai memimpin Rakor.

gerakkalteng.com – Tamiang Layang – Bupati Bartim Ampera AY Mebas memimpin langsung rapat koordinasi penanggulangan dan penanganan karhutla 2019 wilayah kabupaten Bartim, Rabu (18/9/2019).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri para camat, kapolres Bartim AKBP Zulham Effendy, SIK, perwira penghubung Kodim 1012/Buntok Mayor Inf Rikun Hadi, Tokoh Masyarakat, perwakilan managemen perusahaan serta pihak terkait lainnya.

Bupati Bartim Ampera AY Mebas mengatakan bahwa pemerintah kabupaten barito timur (Bartim) bersama TNI-Polri serta pihak-pihak terkait lainnya akan tetap pada komitmen untuk bersama-sama  mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Bartim serta melarang warga untuk membuka ladang dengan cara membakar.

“Tidak ada toleransi untuk pembakaran. Bila ada pertanyaan, bagaimana misalkan terjadi kelaparan akibat tidak bisa berladang ?, kita siapkan tanggap darurat kerawanan pangan,” tegas Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas saat diwawancarai awak media, usai memimpin Rakor.

Ampera juga menegaskan bila ada petani yang mengalami kesulitan bahan pangan atau kelaparan akibat dampak dari pelarangan membakar lahan/ ladang, maka Pemerintah daerah akan menyiapkan bahan pangan yang dibutuhkan melalui tanggap darurat kerawanan pangan.

Menurut Ampera, pihaknya terus berupaya mencari solusi alternatif bagi petani yang selama ini membuka lahan dengan cara membakar lahan,  agar pada tahun-tahun berikutnya para petani khususnya bercocok tanam padi dilahan kering tetap membuka ladang di musim kemarau tapi tanpa melalui sistim membakar.

“Melalui dinas pertanian akan mengusulkan ke pemerintah pusat untuk pengadaan alat berat. Seperti ekscavator dan traktor untuk membuka lahan para petani,” timpalnya. (ags)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *