DPRD Kalimantan TengahDPRD Kota Palangka RayaHeadlineKalimantan TengahPalangka Raya

Klarifikasi Gugus Tugas Terkait Pasien COVID-19 Meninggal Akibat Serangan Jantung

Wakil Ketua Tim Gugus Tugas COVID-19 Kalteng, dr Suyuti Syamsul.

PALANGKA RAYA,Gerakkalteng.com— Tim Gugus Tugas percepatan penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), kembali menggelar release perkembangan informasi penanganan COVID-19 di Kalteng. Dimana, salah satu informasi yang disampaikan, terkait klarifikasi meninggalnya salah satu pasien yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19.

Diterangkan oleh Wakil Ketua Tim Gugus Tugas COVID-19 Kalteng, dr Suyuti Syamsul, khususnya berkenaan dengan meninggalnya salah satu pasien dengan kode kasus 01 (55 thn) yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu adalah benar, namun penyebabnya bukan karena COVID-19, tapi oleh adanya penyebab penyakit lainnya, yakni penyakit Jantung yang diidap sebelumnya.

Pasalnya, sebelum pasien dengan kode kasus 01 (55 thn) ini dinyatakan positif COVID-19, pada awalnya masuk ke RSUD dr Doris Sylvanus dengan penyakit jantung. Namun, dalam perjalanan saat pasien tersebut dirawat, menunjukan gejala-gejala kuat COVID-19, dan didukung dengan hasil laboratorium pada nasel swab nya, yang bersangkutan dinyatakan positif.

Lebih dalam dr Suyuti menerangkan, pasien yang meninggal tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terbaru, dari hasil uji nasal swab yang diterima, justru telah dinyatakan sembuh.

“Karena, dengan adanya hasil laboratorium terbaru, pada nasel swab tersebut, yang menyatakan bahwa pasien tersebut telah sembuh, maka selanjutnya pasien tersebut tidak dapat dinyatakan meninggal dunia, akibat COVID-19. Namun, lebih pada riwayat penyakit sebelumnya, yakni adanya gejala jantung,” Terang dr Suyuti Syamsul, yang sekarang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng tersebut.

Lanjut dr Suyuti mengutarakan, dengan demikian, untuk data yang akan dilaporkan, selanjutnya berdasarkan hasil uji laboratorium pada nasel swab pasien tersebut, maka dicatat 1 orang pasien positif COVID-19 telah sembuh, meskipun pada akhirnya meninggal dunia dengan gejala jantung yang diidapnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua Tim Gugus Tugas COVID-19 Kalteng, Leonard S Ampung menyampaikan, untuk perkembangan data informasi penanganan COVID-19 di Kalteng, disampaikan bahwa jumlah ODP mengalami peningkatan jumlah yang sangat signifikan, yakni bertambah sebanyak 107 orang.

Sehingga, total ODP per hari Senin 30 Maret 2020, ada sebanyak 545 orang, jika dibandingkan ODP per hari Minggu 29 Maret 2020 kemarin ada 438 orang. Kemudian, untuk jumlah pasien PDP masih tetap sama dengan hari sebelumnya, yakni ada 39 orang.

“Kemudian, untuk pasien PDP berdasarkan rumah sakit rujukan, yakni, untuk pasien PDP yang dirawat di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya ada 34 orang (berkurang 1 orang), RSUD Sultan Imanudin ada sebanyak 4 orang (tetap), RSUD Jaraga Sasameh Buntok ada 1 orang (baru). Yang positif COVID-19, masih tetap sama ada 7 kasus, yang 1 kasus masih dengan catatan,” Ucap Leonard.

Sedangkan untuk pasien PDP berdasarkan asal kabupaten kota, lanjut Leonard menyebutkan, dari Kota Palangka Raya ada 25 orang (berkurang 3 orang), Kobar ada 3 orang (tetap), Barsel ada 3 orang (bertambah 1 orang, di ruang isolasi dr Doris Sylvanus ada 2, dan di ruang Isolasi Jaraga Sasameh ada 1 orang).

Lalu, Barut ada 1 orang (tetap), Mura ada 2 orang (tetap),Katingan ada 1 orang (tetap), Bartim ada 2 orang (bertambah 1 orang), Sukamara ada 1 orang (tetap). Kemudian, data pasien dengan COVID-19, yakni Positif COVID-19 ada 7 kasus, dalam perawatan ada 6 orang, sembuh ada 1 orang, meninggal dunia tidak ada.

Data konfirmasi, hasil laboratorium pasien PDP, yang sedang menunggu hasil laboratorium per hari Senin 30 Maret 2020, yakni yang dinyatakan positif tidak ada, negatif ada 7 orang, sedang diperiksa ada 4 orang.

“Untuk rumah sakit rujukan, ruang isolasi dan ketersediaan tempat tidur (bed) masih sama, yakni untuk RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya ada 5 ruangan dengan 32 bed, RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun ada 16 ruangan dengan 19 bed, dan RSUD dr Murjani Sampit ada 4 ruangan dengan 16 bed,” Terang Leonard menambahkan.

Sambung Leonard, Tim Gugus Tugas percepatan penanganan COVID-19 Kalteng, tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat Kalteng, terlebih khusus warga Kota Palangka Raya, yang memiliki jumlah ODP, PDP bahkan yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19, untuk selalu taat mematuhi berbagai anjuran pemerintah.

“Masyarakat diminta untuk sadar, selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sering-sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun dengan air yang mengalir, serta menerapkan physical distancing, menjauhkan diri dari kerumunan serta tidak keluar rumah, dengan tujuan dan alasan apapun, jika tidak mendesak,” Tutup Leonard. (YS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *